AHLANWASALAN for reader!!!

Jumat, 25 Mei 2012

Pelajaran tanpa SKS, tapi berbobot


Mana ada mata kuliah tanpa sks! Olah raga ??

Bukan kawan..

Lalu, apa ?

Termasuk salah satunya adalah kegiatan yang bisa meningkatkan softskill mu.. dan itu adalah pelajaran tanpa sks yang tidak diberikan dibangku kuliah.. organisasi

Ga penting ! Kuliah itu target hanya  IP 3,5 atau cumlaude. TITIK. Ga perlu neko2

Itu Kuno, Ga oke, dan Itu kolot kawan. Jaminankah semua itu ? TIDAK.

Bagaimana bisa ? Apa argumennya ?

Riset membuktikan, kemampuan akademik atau hard skill –indikator biasanya IPK- itu di nomor ke sekiaaaaaaan yang diperhitungkan ketika kalian melamar pekerjaan nanti.

Lalu apa yang diprioritaskan ?

Kejujuran, dan softskill.

Apa yang bisa aku dapat dari organisasi dll seperti yang kau sebutkan tadi ? Itu membuat ku pusing, repot, dan membuang banyak waktu dan tenaga. Ga salah kan ?

Ya pasti. Ikut organisasi atau kepanitiaan memang bikin pusing, repot, membuang tenaga dan pikiran. TAPI,
Pusing kami adalah pusing memikirkan bagaimana setiap organisasi atau acara yang kita ikuti itu terorganisir dengan baik, mampu memberikan manfaat dan menginspirasi orang lain.
Repot, PASTI. Ketika mahasiswa yang biasa hanya nglembur laporan, tugas, presentasi, dan lain2nya, kami berbeda karena kami harus mati2an meyukseskan setiap proker atau konsep acara yang kami buat. Apalgi kalau tiba2 terjadi sesuatu yang genting. Kami panik parah... Itu sangat merepotkan, tapi kami bekerja dengan hati dan passion kami, jadi semua terasa ringan.
Buang tenaga dan pikiran, Tak bisa disangkal, itu memang kenyataan. Kami mengeluarkan tenaga ekstra dari pada kawan2 yang hanya sibuk memikirkan mereka sendiri, kuliah pulang-kuliah pulang, itu STATIS. Kami menggunakan tenaga dan pikiran kami untuk duduk bersama, berdiskusi dan beraksi demi kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain.

Jelas sekali, itu membuat mu rempong kan ? haha itu salahmu, mengapa memilih jalan sulitmu sendiri ketika ada jalan yang lebih gampang.

Ini bukanlah jalan yang sulit dan tidak bermanfaat kawan, kami adalh orang-orang berkomitmen yang peka terhadap keadaan, isu, dan masalah. Kami tidak bisa hidup jika kami tidak memberi manfaat bagi orang lain. Kami orang-orang yang peduli. Kami adalah orang-orang yang diciptakan untuk menjadi agent social of change. Kami yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan merubah negri ini kembali mengaung menjadi macan Asia bahkan Dunia. Seperti kata bung Karno, “Beri aku 1000 manusia, maka aku bisa memidahkan gunung Semeru, tetapi beri aku 10 pemuda, maka aku akan memecah dunia ini”. Kita adalah penerus estafet bangsa kawan, please care for each other.
Jangan lah terkungkung terhadap kebiasaanmu selama ini, mari bersama-sama lakukan perubahan, mari mulai nyalakan lilin. Mulai dari diri sendiri, menebar inspirasi dengan karya, maka karyamu akan menginspirasi dan menggerakkan orang lain, dan siklus ini seperti virus. Mari mulai dari sekarang, untuk kebangkitan Indonesia...
Wahai pemuda pemudi, singsingkan lengan bajumu, persiapkan dirimu untuk menjadi pemimpin masa depan.. Tujukkan karya hebatmu kepada dunia, agar bangsa kita tidak hanya mendapat juara akan korupsi, namun bangsa yang sarat akan prestasi..

Kawan-kawanku, kalian hebat, kalian adalah tumpuan bangsa, mari satukan hati dan tujuan, demi membangun bangsa ini menjadi bangsa yang makmur sejahtera.. Mulailah dengan melakukan perubahan kecil yang dapat merubah lingkungan sekitarmu menjadi lebih baik.. Jika niat dan aksi2 tersebut semua kita lakukan, alangkah senang dan bangganya para pahlawan di atas sana karena telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Karena mereka bangga memiliki generasi penerus yang cerdas dan kontributif seperti kita.. Ayo bangun, dan mulai berkarya, SEKARANG !!

HIDUP MAHASISWA !
HIDUP RAKYAT INDONESIA !
Untuk seseorang yang telah menginspirasi, terima kasih :)

Senin, 21 Mei 2012

Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 104, wahai Indonesiaku


Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 104, wahai Indonesiaku

Hari Kebangkitan Nasional bertepatan pada tanggal, 20 Mei 2012. Marilah kita segenap membuka pikiran dengan menundukkan kepala kita sejenak, membayangkan Kebangkitan Nasional Negeri ini, Memahami arti Bangkit yang sebenarnya, Sebuah kebangkitan yang besar, Kuat, serta Dipandang Dunia. Sesuai dengan apa yang telah dicita-citakan oleh para pejuang tanah air kita terdahulu.

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL
Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini diawali dengan dua peristiwa penting Budi Utomo (20 Mei 1908) dan Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: dr. Sutomo, dr. Gunawan Mangunkusumo, dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker (dr. Setiabudi), dll
Seiringan dengan berdirinya Budi Utomo yang menjadi awal bangkitnya pergerakan melawan penjajah. Selanjutnya pada 1912 berdirilah Sarekat Islam yang diprakarsai oleh H.O.S Cokoaminoto. Pada tahun yang sama pula berdiri sebuah partai politik pertama bernama Indische Partij Oleh 3 Serangkai yaitu Douwes Dekker, Suwardi Suryoningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Organisasi-organisasi tersebut memiliki satu tujuan yang sama yaitu mewujudkan cita-cita persatuan Indonesia yaitu Indonesia Merdeka.

Momentum Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2012 diharapkan mampu untuk membuka mata, hati dan fikiran sehat kita semua dalam menjawab segala keterpurukan bangsa. Kebangkitan adalah upaya perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kebangkitan menjadi pemicu tumbuhnya sesuatu yang baru dan lebih baik. Kebangkitan melahirkan generasi yang memiliki pola pikir dan semangat baru dalam menciptakan karya yang berguna bagi masyarakat luas. Generasi bangkit adalah generasi yang kualitas, mandiri dan berkarya serta memiliki kemampuan menjawab harapan para Pahlawan “kebangkitan nasional” dan tantangan masa depan. Keterpurukan menjadi pelajaran yang berharga dan pijakan anak muda untuk bangkit guna melampaui tantangan dan hambatan yang terbentang luas.

Generasi bangkit adalah generasi yang kreatif dan inovatif dalam mencari celah hambatan dan tantangan yang selanjutnya diubah menjadi sebuah peluang untuk bangkit dan memenangkan persaingan di era global. Menerobos celah sulit dilakukan secara sendirian, tetapi mudah jika dilakukan bersama-sama. Sudah sepatutnya anak muda berlomba-lomba untuk bangkit dan siap menjadi pemimpin dan dipimpin.

Untuk mewujudkan generasi tersebut, haruslah didukung dengan pendidikan yang baik. Bagaimanapun juga, indikasi yang paling dominan untuk menunjukkan suatu peradaban maju dari sebuah bangsa adalah ketika sektor pendidikannya berkualitas lebih.

Sistem pendidikan yang baik tidak sekedar mencetak peserta didik menjadi pandai atau mencetak tenaga kerja ahli atau trampil. Sistem pendidikan yang baik adalah menjadikan peserta didik menjadi dirinya yang diarahkan agar memahami fungsi dirinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga menjadi generasi yang mumpuni.

Nasib bangsa ini tergantung pada kita sendiri, Ingatlah bahwa Negara yang Hebat itu dibangun oleh penduduknya yang biasa-biasa saja....tapi mau melakukan hal-hal yang LUAR BIASA bagi bangsanya. Bukan oleh orang yang merasa LUAR BIASA tapi hanya bisa melakukan hal-hal yang justru sesungguhnya biasa-biasa saja.

Momen kebangkitan nasional ini diharapkan bukanlah unttuk sekadar slogan/semboyan belaka, melainkan kebangkitan yang penuh daya kreatif, energik, yang mampu memberi arti pada kehidupan, yang mampu memupus segala kegelisahan kini, yang mampu menggelarkan fitrah kesucian dalam genangan Ridho Ilahi.

"Bangkitlah bangsaku, bangkitlah negeriku. Percayalah, bersatu kita kuat, bersama kita hebat! Ayo Indonesia bisa!"

#"Kebangkitan bukanlah sekedar bangun dari dari tidur, atau berdiri tegak dari duduk santainya. Tapi bangkit yang sejatinya bangkit adalah motivasi apa gerangan yang menggelitik sehingga insan melek dari kantuknya sehingga ia tegak berdiri dari santainya yang berleha-leha"


Selasa, 15 Mei 2012

apa itu RUU PT ???

Hasil Kajian Republik Huru-Hara

Kita ketahui dunia pendidikan semakin tahun-semakin mahal, naiknya harga ini bertujuan untuk meningkatkan kwalitas pendidikan di Indonesia, namun kenapa begitu juga banyak temept-tempat les untuk mendapatkan ilmu tambahan dari sekolah ,berarti rugi jugalah kita. Sudah bayar mahal-mahal sekolah tapi ujung-ujungnya les juga. kebanyakan ilmu di les lebih banyak diperoleh daripada didunia sekolah.
kita telaah pada PP No. 17 Tahun 2010 Tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. yang berbunyi :
Ada banyak hal menguntungkan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, karena PP ini mengamanatkan pemerintah atau pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang mempunyai keterbatasan ekonomi tetapi memiliki kemampuan akademik memadai untuk ikut serta menikmati pendidikan tinggi dengan biaya ringan bahkan gratis.
Mengapa  timbul penolakan dari beberapa elemen terkait pembentukan RUU PT ini???
pembuatan RUU PT - Hanya melalui RDPU di DPR-Hanya melibatkan kaum elit kampus yang berlebel BHMN, padahal seharusnya pembuatan RUU PT-Ada Kajian yang mendalam-Kajian White Paper hingga Legal Drafting, sehingga dalam hal ini pembentukan RUU PT tidak memiliki rujukan yang jelas.
Kontroversi RUU PT

Pada pasal 14 dan 15
Pasal 14  
(1) Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri mengembangkan potensinya di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi dan/atau profesional.
 (7) Ketentuan lebih lanjut mengenai mahasiswa diatur dalam Peraturan Menteri.
 
Pasal 15
(1) Mahasiswa mengembangkan bakat, minat, potensi, dan kemampuan melalui kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan mahasiswa.
(2) Kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan.
(3) Ketentuan mengenai kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Menteri.
Kajian Pasal 14 dan 15

Beragam ketentuan mahasiswa diatur oleh pemerintah dalam bentuk peraturan menteri. Begitu pula kegiatan ko-kurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler juga diatur oleh pemerintah dengan cara yang sama.
Dikhawatirkan
Akan berpoternsi mengulang episode NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kemahasiswaan) seperti yang terjadi di rezim orde baru.

Pasal 77
(1) Status pengelolaan perguruan tinggi terdiri atas:
a. otonom terbatas;
b. semi otonom, atau
c. otonom.
(4) Status otonom sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan perguruan tinggi yang memiliki otonomi pengelolaan bidang akademik dan non akademik.
(5) Sebagian dari wewenang non akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah wewenang pengelolaan keuangan secara mandiri.
Kajian Pasal 77
Pada pasal ini menjadi polemik karena menjelaskan adanya kastanisasi atas perguruan tinggi itu sendiri. Pada ayat 4 dijelaskan bahwa perguruan tinggi otonom akan memiliki hak pengelolaan di bidang akademik dan pada ayat 5 ditambahkan salah satu wewenangnya adalah wewenang pengelolaan keuangan secara mandiri. Adanya otonomi ini, secara lebih lanjut akan menimbulkan banyak permasalahan terkait dengan akuntabilitas, transparansi, bahkan akan menimbulkan seleksi finansial bagi calon mahasiswa yang akan berimplikasi pada diskriminasi warga negara dalam hak memperoleh pendidikan.

Pasal 80
(1) PTN yang berstatus otonom menerima mandat penyelenggaraan perguruan tinggi dari Pemerintah melalui pembentukan badan hukum pendidikan yang bersifat nirlaba.
(2) PTN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki:
c. hak untuk memiliki kekayaan negara yang terpisah;
f. wewenang untuk mengelola dana secara mandiri, transparan, dan akuntabel
h. wewenang untuk mendirikan badan usaha dan mengembangkan dana abadi

Kajian pasal 80
kerancuan antara perguruan tinggi sebagai sarana pendidikan dan perguruan tinggi sebagai badan usaha. Dalam tri dharma perguruan tinggi, perguruan tinggi  menjalankan fungsinya sebagai sarana 1) Pendidikan 2) Penelitian dan Pengembangan; serta 3) Pengabdian pada Masyarakat. Sementara itu RUU ini akan mereduksi implementasi tri dharma perguruan tinggi dan akan merubah sebagai badan usaha yang profit-oriented karena negara mengurangi subsidi terhadap biaya operasional perguruan tinggi. Terlebihnya lagi jika tidak ada akuntabilitas serta transparansi yang jelas dari pihak kampus, padahal dalam UU No. 14 tahun 2008 dijelaskan mengenai Keterbukaan Informasi Publik.
Pasal 90
(1) Pemerintah, pemerintah daerah dan/atau perguruan tinggi berkewajiban memenuhi hak mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi agar dapat menyelesaikan studinya sesuai peraturan akademik.
(2) Pemenuhan hak mahasiswa baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara:
c. memberikan dan/atau mengusahakan pinjaman dana kepada mahasiswa;
(3) Pinjaman dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c diberikan tanpa bunga atau dengan bunga paling tinggi 50% dari suku bunga Bank Indonesia.
(4) Pinjaman dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c wajib dilunasi oleh mahasiswa setelah lulus dan/atau memperoleh pekerjaan.

Kajian Pasal 90
Kebijakan ini cukup strange karena  salah satu solusi terkait dengan pemenuhan biaya pendidikan bagi kalangan tidak mampu dengan program hutang. Kebijakan ini sangat aneh pemerintah mengajarkan budaya berhutang sebagai salah satu solusi.

Pasal 114
(1)  Perguruan Tinggi di negara lain dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kajian Pasal 114
Penjelasannya dijabarkan pada ayat 2 yakni prosesnya dilakukan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi Indonesia dan mengangkatd osen serta tenaga kependidikan dari warga negara Indonesia."Jadi, jangan heran jika nanti akan ada Universitas Harvard cabang Indonesia, Universitas Oxford cabang Yogyakarta, dan lain sebagainya. Sementara mahasiswanya adalah pelajar Indonesia.Bisa kita bayangkan nantinya potensi-potensi nasional akan kalah saing dengan potensi luar, Bisa jadi akan mematikan potensi pasar di Indonesia. Yang lebih dikhawatirkan lagi adalah implementasi pasal ini kan dapat mengkikis budaya lokal Indonesia. 











Sabtu, 05 Mei 2012

Suara Yang Tertahan


Ada banyak hal yang ingin aku lepaskan di dalam diriku, namun selalu kutahan. Kemarahan yang bertumpuk, selalu saja aku tahan. Kebosanan, juga aku tahan. Rasa tidak suka kepada seseorang juga aku tahan. Aku menahan segalanya sendiri agar orang-orang di sekelilingku tidak sakit hati. Aku tidak ingin mengumbar egoku, mengumbar rasa yang mungkin saja melegakan namun ternyata menyakiti semua orang. Aku tidak ingin seperti itu.
Aku bosan. Aku marah. Aku kesal. Aku ingin segalanya segera usai. Namun, aku tidak berani jujur kepada setiap orang, karena perasaan yang hinggap itu cuma sementara. Ada kalanya kita butuh rehat sejenak, mencoba menjauh dari semua yang berada di dekat kita agar kita mampu mengambil jarak. Agar kita memiliki kerinduan ketika telah bersama mereka kembali.
Namun, rindu tidak juga datang. Keadaan semakin luntur. Yang tersisa cuma rasa bosan.
Andai kita mampu jujur sesama kita, bahwa kebosanan bukanlah suatu aib. Andai aku, mereka, dia, dan mungkin kamu bisa saling jujur antara sesama kita. Tentang rasa bosan dan penat di antara kita, dan kita mencoba saling terbuka tentang rasa bosan itu. Dan tak perlulah rasa sakit hati mendarah di dalam dada ketika kita tahu bahwa ternyata kitalah yang menjadi obyek rasa bosan tersebut.
Seseorang terkadang rindu dengan suasana baru. Kehidupan baru. Atau boleh jadi, rindu terhadap kumpulan cerita romansa masa lalu. Untuk itulah kita mengenang bahwa terkadang dengan mengingat, rasa bosan akan hilang dengan sendirinya.
Aku merasa sangat bosan. Saat ini. Sekarang juga.
Masa lalu yang aku coba bayangkan, atau masa depan yang aku coba khayalkan, tidak memberi faedah terhadap rasa bosan yang menyerang. Aku mengerti, darimana asal bosan itu hadir. Tetapi, aku tidak bisa katakan dengan sejujur-jujur perkataan mengapa dia mampu hadir, dan mengapa aku tidak sampai hati untuk mengatakan kepada dia yang menjadi sumber bosanku. Aku paham, ini adalah perasaan temporer.
Aku bukan pemain catur yang handal. Yang mampu me-reka dengan bijak sepuluh langkah ke depan dalam hidupku. Bukan pula seorang plainer, yang mampu merencanakan kehidupan berpuluh-puluh tahun ke depan hendak menjadi apa. Aku cuma seorang manusia yang berjalan sesuai dengan jalannya. Aku mengikuti ke mana arah jalanku menuju, karena toh, setinggi-tinggi aku terbang, aku akan kembali pula kepada Tuhan.
Aku tidak pernah berani mengambil keputusan. Ketika ucap kata kebosanan aku ceritakan, apa yang akan terjadi dengan hati setiap orang yang mendengarkan. Aku lebih senang berbicara dengan bahasa bersayap. Orang-orang menjadi tidak paham, bahwa merekalah yang sedang aku ceritakan. Di depan mereka, di hadapan muka mereka, aku ceritakan tentang diri mereka sendiri. Dan mereka masih mampu memberikan saran tentang apa yang harus aku lakukan, tanpa mereka mau mengeja saran yang sama dalam kehidupan mereka.
Kehidupan adalah siklus. Sebuah putaran tanpa pangkal dan ujung. Hari ini engkau membenci, esok mencintai, esok menyakiti, esok menghargai, esok engkau ingkari, esok khianati, esok sebenci-benci, esok kembali mencintai.
Beberapa manusia adalah lakon yang tidak memiliki suara tertahan. Mereka berjalan dengan kebencian di sekeliling mereka. Mereka lebih menghargai diri mereka sendiri dibandingkan menghargai orang lain. Kadang aku merasa sangsi, apakah mereka itu yang disebut dengan kebebasan. Mereka bebas dengan rasa bosan di dada mereka lantas mereka keluarkan. Pada lakon yang lain, mereka merutuki diri mereka sendiri terhadap rasa bosan yang mendera. Mereka meringkuk dengan mengaduh kepada orang lain.
Aku tidak bisa seperti mereka. Tidak mampu menyuarakan rasa bosanku terhadap mereka yang menjadi sumber bosanku. Tidak pula mampu meringkuk mengaduh kepada orang lain terhadap mereka yang ingin aku umbar mengapa menjadi rasa bosanku. Aku tidak mampu.
Apakah aku adalah lakon yang paling buruk. Mereka yang terperangkap tanpa menemukan pintu keluar. Lakon yang cuma mampu membisu. Lakon dengan hidup: SUARA YANG TERTAHAN.


Rabu, 02 Mei 2012

Belajar Dari Masa Lalu


Belajar dari Masa Lalu: Untuk Menjadi Bijaksana

Sejarah adalah sebagian dari identitas suatu bangsa. Bangsa yang hidup jauh setelahnya mengenangnya sebagai sebuah kebanggaan. Jika waktu terus berjalan menapaki tahun ke tahun, sejarah akan menempatkan diri di bingkai kenangan dan nostalgia. Bukan tidak mungkin, satu abad atau seribu tahun yang akan datang, apa yang terjadi sekarang akan terhapus dalam kenangan karena tidak meninggalkan catatan yang bisa dipelajari di zaman yang akan datang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mempelajari sejarah bangsanya sendiri.“Pelajarilah sejarah, agar kita tidak tergelincir di hari depan”, ungkapan diatas dikemukakan oleh Thomas Carlyle. Sejarah adalah bekal penting untuk pembelajaran diri dalam menyongsong masa depan. 
JASMERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Ini merupakan judul pidato terakhir Soekarno sebelum akhirnya turun dari tampuk kepemimpinan. Judul ini menjadi sebuah pengingat akan pentingnya sejarah untuk senantiasa dipelajari dan ditelusuri. Saat ini, banyak orang lupa dari mana mereka ‘berasal’, lupa bagaimana setiap sendi kehidupan mereka terbentuk sedemikian rupa hingga seperti saat ini. Sejarah adalah faktor penting untuk masa depan kehidupan yang lebih baik. Orang bilang, “Masa lampau selalu aktual.”

Seperti halnya kehidupan, sejarah menampilkan dan memotret semua hal yang terjadi di dunia ini seperti: kepongahan, kesederhanaan, kekejaman, kesengsaraan, kemanusiaan, dan keadilan. Sehingga dengan mempelajari sejarah diharapkan manusia akan menjadi lebih bijaksana dalam memandang kehidupan.