AHLANWASALAN for reader!!!

Selasa, 06 Maret 2012

Masihkah ada jalan menuju taubat sebelum kematian menghampiri

"Belum adakah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang sebelumnya telah diturnkan Al-Kitab kepadanya kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan bebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik,” (Al-Hadid [57] : 16)




Bayangkan dirimu wahai wanita muslimah, tengah bergelut dengan kematian, engkau tak sanggup bangkit menghindarinya selain pengumpulan di hadapan Rabbmu. Bayangkan dirimu tengah menghadapi naza’ kematian, deruta, sakit, sekarat, kepedihan dan kegelisahan. Malaikat telah mulai menarik sukmamu dari telapak kaki. Engkau rasakan sakit tariknnya dari bawah kedua telapak kakimu. Kemudian tarikan terus berlanjut terlepas dan nafas naza’pun semakin menderu. Akhirnya sukma benar-benar terlepas dari seluruh ragamu, berawala dari bawah, naik ke atas sampai berakhir di ubun-ubunmu. Hingga ketika kesusahan menginjak titik puncaknya, dan pedihnya kematian menyelimuti sekujur tubuhmu, saat itulah hatimu di cekam rasa takut bercampur sedih. Menebak-nebak dan menunggu-nunggu berita dari Allah, berbentuk kemurkaan atau ridha?saat itu engkau sangat sadar, bahwa tak ada jalan lagi bagi dirimu kecuali mendengar salah satu dari dua berita tersebut melalui malaikat yang bertugas mencabut nyawa.




Saat engkau tengah diselimuti kesusahan dan kegundahan, kepedihan dan sakaratul maut, serta kesedihan karena menunggu salah satu dari dua berita dari Allah, tiba-tiba engkau melihat wajah malaikat maut dalam rupa yang sangat tampan atau menyeramkan. Engkau melihatnya mengulurkan tangannya ke mulutmu untuk mengeluarkan nyawa dari tubuhmu. Seluruh ototmu lunglai ketika menyaksikan pemandangan itu dan melihat wajah malaikat maut. Hatimu ingin segera tahu, berita apa gerangan yang akan disampaikan kepadamu. Tiba-tiba engkau mendengar suaranya, “berbahagialah wahai hamba Allah dengan berita ridha dan pahala Allah” atau “berbahagialah wahai musuh Allh, dengan murka dan siksaan Allah.” Saat itu engkau yakin akan keselamatan dan keberuntunganmu, hatimu merasa damai dan dirimu percaya akan pertolongan Allah. Atau sebaliknya, engkau yakin akan kehancuran dan kebinasaanmu, keputusaasaan menyergap hatimu dan harapan pada rahmat Allah terputus sudah. Saat itu hatimu benar-benar diliputi kepedihan dan kepiluan, atau kegembiraan dan suka cita. Ketika itu masa hidupmu di dunia purna sudah, jejakmu terputus dan engkau dibawa kerumah orang-orang yang terlebih dahulu berpulang.




Renungkanlah wahai saudaraku “Berapa banyak orang yang masih sehat di pagi hari namun sudah tak bernyawa di sore harinya, dan berapa banyak orang yang menunggu esok hari namun ia tidak berkesempatan menikmatinya.”


Bersegeralah engkau bertaubat sebelum ajal memanggilmu, bersegeralah engkau kembali ke jalan-Nya. Agar kita mendapatkan surga-Nya. karena kesempatan kita untuk bertaubat masih ada

1 komentar:

  1. Pintu taubat terbuka lebar sebelum ajal wafat menjerat


    http://brillyelrasheed.blogspot.com/2014/06/taubat-yang-terhambat.html
    http://brillyelrasheed.blogspot.com/2014/06/pendosa-yakinlah-allah-maha-penerima.html
    http://brillyelrasheed.wordpress.com/2013/08/29/tawadhu-dan-taubat/
    http://quantumfiqih.files.wordpress.com/2011/04/ingat-saat-sekarat-brilly-el-rasheed.pdf.

    BalasHapus

Silahkan memberikan komentar sesuka hati