AHLANWASALAN for reader!!!

Rabu, 29 Februari 2012

I have a new family in FKM R2-2011

 
Sebuah keluarga baru yang sangat menyenangkan, kita ada karena sebuah pertemuan  di FKM UNDIP 

Katak Yang Tuli

Pada suatu hari ada sekumpulan katak-katak kecil melakukan perlombaan. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlumbaan dan memberi semangat kepada para peserta.

Perlombaan dimulai..!!

Secara jujur:
Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan mencapai puncak menara.
Terdengar suara: "Oh, jalannya terlalu sukar!! Mereka TIDAK AKAN sampai ke puncak." atau: "Tidak ada kesempatan untuk berhasil... Menaranya terlalu tinggi...!!

Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu, kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi..

Penonton terus bersorak. "Terlalu sukar!!! Tak seorangpun akan berjaya!"

Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah. Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi...
Dia tak akan menyerah!

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!
SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini boleh melakukannya?

Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?





Ternyata... Katak yang menjadi pemenang itu TULI !!!!

Kata bijak dari cerita ini adalah:
Jangan dengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu.
Selalu fikirkan kata2 bertuah yang ada. Kerana segala sesuatu yang kamu dengar dan kamu baca boleh mempengaruhi perilakumu!
Kerana itu: Tetaplah selalu.... POSITIVE THINKING!
Dan yang terpenting berlaku Tuli jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!
Selalulah berfikir: I can do this!

Cinta VS Orang Tua

 Cinta VS Orang Tua

Saat cinta kita kepada orang tua "terbentur" dengan cinta kita kepada si dia, apa yang harus kita lakukan? Bukankah, cinta kepada si dia, sebelum pernikahan, bukan segalanya? Cinta semacam ini masih bisa datang dan pergi, berbeda dengan kasih dan cinta pasca pernikahan. Dan cinta orang tua kepada kita selaku anak-anaknya, tak akan pernah habis, namun itu bukan alasan untuk kita menyakiti mereka. Pahamilah itu sebagai cinta dan kasih yang abadi.
Patutkah kita menyakiti hati orang tua yang telah berpuluh-puluh tahun mendidik, mengasuh dan
membimbing? Nyebokin kalau buang air, memandikan dan menggendong kita dalam pelukannya, saat kita kecil. Dan kemudian kita balas jasa mereka dengan protes yang menyakitkan hati mereka? Dan itu kita lakukan kepada "seseorang" yang baru dikenal! Haruskah kasih saying mereka yang berpuluh-puluh tahun itu dimusnahkan untuk "kasih sayang yang baru seumur jagung"?
Mudah-mudahan Allah selalu mengingatkan kita bahwa, "KERIDHAAN ALLAH BERADA DALAM KERIDHAAN ORANG TUA, DAN KEMURKAAN ALLAH BERADA DALAM KEMARAHAN ORANG TUA."

Dari judulnya, keliatannya kita lagi mau bicara tentang tema film India yang selalu bikin facing antara Pacar dan Ortu. Kayaknya emang begitu, tapi ada beda pada hasilnya nanti, baca aja selanjutnya.

Kalau kita sedang suka, jatuh cinta, ada kasih, falling (dan bahasa lainnya) ama seorang wanita (gua
lebih suka menyebutnya wanita daripada perempuan), dan kita berpikir untuk melanjutkan hubungan lebih jauh, biasanya kita akan berusaha semampu mungkin untuk merealisasi "cerita India" itu. Abis, "ia" begitu indah, begitu mengharukan dan romantis, bahkan gak berlebihan kadang punya efek langsung pada kesehatan dan sikap kita sehari-hari.

DEMIKIAN INDAHNYA, Masalahnya berlanjut ketika kita sadar bahwa KITA HIDUP DALAM TATANAN MASYARAKAT ASIA, DIMANA PERAN ORANG TUA SEDIKIT BANYAK MASIH MEMPUNYAI KEPENTINGAN DALAM DIRI KITA, BAHKAN KADANG PERAN MASYARAKATPUN IKUT MENENTUKAN. Itu sebabnya dalam banyak undangan dan dekorasi pernikahan banyak ditemukan berseliweran kata-kata "Mohon doa restu", dimana tradisi kayak gini gak kita temukan dalam masyarakat Barat (Barat disebutkan di sini bukan berarti wah, ini cuma perbandingan fenomena).

Dalam beberapa orang, percintaan sering gak berjalan dengan mulus karena faktor yang baru disebut di atas. Sebuah keberuntungan kalau kekasih anda diterima apa adanya oleh orang tua dan (mungkin) masyarakat anda, namun ketika sebaliknya terjadi gimana?

Beberapa teman saya kasih saran, coba dong didialogkan kembali dengan orang tua dengan baik-baik, dicarikan jalan keluarnya. Itu betul jika kemudian orang tua dapat menurunkan "standar permintaannya", namun BAGAIMANA KETIKA MEREKA TETAP BERPEGANG KUKUH DENGAN PENDAPATNYA untuk menolak kekasih anda?

Teman saya nyeletuk, "Orang tua apaan tuh! Masa sih kebahagiaan si anak dihalang-halangi, toh mereka
menginginkan sebuah kebaikan (maksudnya pernikahan, suatu institusi yang tentu saja direstui oleh Tuhan)." Yang satu lagi menambahkan, "Apa sih maksud orang tua seperti itu, apakah mereka menginginkan anaknya berpasangan tanpa saling menyayangi?" Si A nyeletuk dengan kasar, "Emang yang mau kawin siapa sih, bokap nyokap loe apa loe, kok jadi dia pada yang repot?" Dan bermacam-macam tanggapan dari teman-teman.

So judulnya di sini adalah PERTENTANGAN, mana yang anda pilih ketika solusi "keinginan" anda terhalang oleh "idealisme' orang tua? CINTA (SAAT BELUM MENIKAH) BUKAN SEGALA-GALANYA, DIA BISA DATANG DAN PERGI BEGITU SAJA (saya tau kalimat ini pasti tidak disukai oleh banyak orang, khususnya para idealis cinta, tapi itulah realita). Cinta itu, seperti kata pepatah Jawa, timbul hanya karena faktor kebersamaan yang sering. Itu sebabnya Dewa bilang dalam salah satu lirik lagunya, "Beri aku sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa." So, UNSUR TERPENTING PEMBENTUKAN CINTA ADALAH UNSUR "SELALU BERSAMA", itu saja, gak lebih. (Kalau loe deket ama seorang cewek cuma temenan biasa asalnya, kemudian akrab bener, jangan heran kalau kemudian bisa jatuh cinta, itu karena unsur kebersmaan tadi).

Logikanya, KETIKA KEBERSAMAAN ITU HILANG, MAKA HILANGLAH CINTA ITU. Jangan heran jika kita sering menganggap aneh dan gak realistis orang-orang yang selalu mengenang berat kekasih masa lalu kalau hanya untuk dikenang begitu saja dan hanya untuk bahan perbandingan (kecuali kalau mengenangnya cuma buat hiburan aja, itu sih gak bikin rusak). Jangan heran juga kalau orang yang pacaran long distance banyak yang putus hehehehe

Menghilangkan cinta dengan cara menghilangkan kebersamaan, jika itu dilakukan tentunya bukan suatu
hal yang mudah. iya khan? Yup, itu benar, ketika anda memutuskan untuk menjauhi sang kekasih, itu memang suatu keputusan yang berat, bahkan tidak berlebihan kalau dibilang itu bisa bikin anda cengeng dan serasa dunia ini hampa (kayak roman picisan). Namun percaya atau tidak, itu satu-satunya proses terapi mujarab hingga saat ini.

Kembali ke masalah ortu. Kita dihadapkan pada dua pilihan sekarang, antara MENURUTI KEINGINAN ORANG TUA UNTUK MEMBONGKAR CINTA KITA dan antara MEMASANG CINTA PADA KEKASIH KITA. Dilema bukan? Kayak si buah Simalakama, duanya-duanya pilihan yang berat.

Mari kita itung-itungan sekarang dengan asas kebesaran jiwa.

Ada satu pernyataan dari seorang bijak ketika menasehati anak didiknya, Si bijak bilang, "PATUTKAH
KAMU MENYAKITI HATI ORANG TUA YANG TELAH BERPULUH-PULUH TAHUN MENDIDIK, MENGASUH, dan MEMBIMBINGMU.

Ketika kamu kecil mereka nyebokin kamu kalau buang air, mandiin, menggendong kamu dalam pelukannya selama dua tahun lebih dengan kasih sayang tanpa imbalan? Kemudian semua jasa itu kamu lupakan begitu saja dan kamu balas dengan sebuah protes yang menyakitkan hati mereka? Dan itu kamu lakukan hanya karena seseorang yang baru kamu kenal dalam hitungan satu atau dua tahun? Haruskah kasih sayang berpuluh-puluh tahun itu dimusnahkan untuk kasih sayang katakan, dua tahun!?

Sebuah pertanyaan yang betul-betul dalam dan jelas maknanya jika diterima dengan jiwa yang bersih.

Si bijak kemudian melanjutkan," Nak, kamu masih mau comparing antara cinta si Dia dengan kamu dan cinta orang tua terhadap kamu? Sungguh, tidak balance, ada yang berat sebelah! Jauh dan sangat jauh. Cinta dia kepada kamu, sedikit banyak bertendensi, saya tidak bisa pastikan bertendensi apa, namun cinta mereka (orang tua) terhadapmu, sungguh, saya berani pastikan adalah tanpa tendensi apapun! BAGI ORANG TUA, KEBAHAGIAAN KAMU DI MASA DEWASA SAJA SUDAH CUKUP SEBAGAI KEBANGGAAN DAN KEBERHASILAN ATAS USAHA CINTANYA SELAMA INI UNTUK KAMU. SEDERHANA DAN TANPA TENDENSI!"

"Satu lagi yang mesti kamu pikirkan, dan ini sangat besar artinya untuk ketenangan jiwa kamu, yaitu,
ADAKAH KAMU RELA ORANG TUAMU MENINGGAL DUNIA NANTI SEMENTARA DALAM HATINYA MASIH MENYIMPAN PERASAAN SAKIT SAMA KAMU? ADAKAH KAMU RELA MEREKA MENINGGALKANMU UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA TANPA SENYUM SAMA KAMU?"

"KECINTAAN DAN KEPATUHAN KEPADA ORANG TUA ADALAH KECINTAAN DAN KEPATUHAN TOTAL TANPA SYARAT, KECUALI SATU, KETIKA MEREKA MENGAJAKMU BERBUAT TIDAK BAIK, ITU SAJA! DI LUAR ITU, ADALAH KEPATUHAN TOTAL."

?DAN JIKA KEDUANYA MEMAKSAMU UNTUK MEMPERSEKUTUKAN-KU DENGAN SESUATU YANG TIDAK ADA PENGETAHUANMU TENTANG ITU, MAKA JANGANLAH KAMU MENGIKUTI KEDUANYA DAN PERGAULILAH KEDUANYA DI DUNIA DENGAN BAIK" [Luqman:15].

Jadi, kalau ortu ngajak ke arah kemusyrikan maka tidak wajib kita mentaati mereka. Hanya saja sebagai anak tetap berkewajiban bergaul dengan baik selama di dunia. Sikap santun harus senantiasa dijaga.

"Aku bisa mengerti, jiwamu sedang bergejolak, sakit menerima kenyataan, bahkan gak menutup kemungkinan kasus-kasus cinta kayak gini bisa bikin orang bunuh diri. Namun inilah dunia dengan permasalahannya, tidak semuanya happy ending, KADANG SEBUAH KEPUTUSAN PAHIT HARUS DIAMBIL UNTUK MENGHINDARI AKIBAT KEPUTUSAN YANG LEBIH PAHIT.

Tidak semua masalah mempunyai solusi happy kayak film-film India, contohnya adalah masalahmu ini. Di
sini tidak ada solusi, yang ada cuma opsi, antara tetap meneruskan cintamu ama si dia dan antara
kepatuhan terhadap keinginan orang tua." Kamu mungkin bilang, "Guru, anda begitu mudah menasehati saya, Anda tidak merasakan sedikitpun apa yang sedang saya rasakan." Saya akan jawab, seorang
yang bijak adalah seseorang yang bisa mengatur derap emosi jiwa dengan logika, begitu kira-kira yang saya pahami selama saya hidup. Saya menghargai cinta kamu, dan itu merupakan bukti bahwa kamu adalah manusia yang romatik dan penuh cinta, namun permasalahannya di sini adalah, kamu berhadapan dengan cinta lain yang lebih tulus meskipun bagi kamu (sementara ini) cinta tulus orang tua itu bukan cinta tetapi suatu tekanan yang menyakitkan."

"KASIH ORANG TUA KEPADA ANAKNYA TAK AKAN HABIS, NAMUN ITU BUKAN ALASAN BUAT KAMU UNTUK MENYAKITINYA, PAHAMI ITU SEBAGAI CINTA DAN KASIH YANG ABADI."

Si anak didik memotong, "Kebanyakannya, orang tua bisa menerima kita setelah kita punya anak, itu khan artinya nanti bisa kembali damai kalau saya tetap meneruskan keinginan mengawini kekasih saya."

Sang Guru menjawab, " Ya, ada beberapa yang seperti itu, namun, jika itu mungkin bisa terjadi kepada kamu juga. Tetapi JIKA ITU TETAP KAMU LAKUKAN, KAMU TELAH MENINGGALKAN SEDIKIT NODA DALAM JIWA MEREKA DAN ITU SUDAH CUKUP SEBAGAI NILAI MINUS KAMU DI JIWA MEREKA.
Itu pun kalau mereka kemudia memaafkanmu setelah mereka melihat cucu. Permasalahannya, apakah kamu yakin bahwa mereka suatu saat nanti mereka dapat memaafkan? jika ternyata tidak hingga akhir hayat mereka, kamu akan dihantui dengan perasaan tidak tenang dan rasa bersalah di saat mereka tidak ada lagi. Sungguh Nak."

"Sekali lagi, CINTA KAMU DENGAN DIA SEBELUM PERNIKAHAN, BUKAN SEGALANYA, SEKALI LAGI BUKAN SEGALANYA. CINTA SEMACAM INI MASIH BISA DATANG DAN PERGI, BERBEDA DENGAN KASIH DAN CINTA PASCA PERNIKAHAN, tidak begitu mudah untuk create cinta baru
yang lain, karena ia sudah dilandasi dengan aspal baru, yaitu aspal TANGGUNGJAWAB DAN KOMITMEN, karena pernikahan adalah suatu perjanjian bernilai sakral abstrak yang harus diperjuangkan, meskipun dengan nyawa. KEHIDUPAN CINTA PASCA PERNIKAHAN ADALAH
KOMITMEN PRIBADI DUA ANAK MANUSIA UNTUK TETAP MENJAGA SEBISA MUNGKIN AGAR TIDAK RETAK, MESKIPUN ITU HARUS DENGAN MENJUAL IDEALISME HARIAN. Sangat berbeda dengan kehidupan cinta sebelum pernikahan, sangat berbeda, yang kayak gini tuh masih bisa dibongkar pasang, masih bisa di-adjust sono-sini, itu realita. Saya tidak katakan cintamu sama dia tidak harus diperjuangkan sama sekali. Yang saya ingin katakan di sini adalah, cintamu dengan seseorang sebelum pernikahan adalah masih bernilai fifty-fifty untuk dipertahankan, ini artinya kamu bisa saja mempertahankan cinta itu, memperjuangkannya, cuma, menurut saya, proporsional dong. Artinya ketika dihadapkan kepada memilih antara dia dan kepatuhan terhadap orang tua, maka di sinilah
kamu harus hitung menghitung kayak orang dagang! Yah, semacam usaha untuk lebih relistis."

Si murid mulai ragu dan bertanya, "Jika saya mengikuti orang tua, apakah ini berarti saya pengecut dan tidak berani dalam mengambil keputusan untuk menikahinya, tidak berani dalam memperjuangkan Cinta?" Sang guru: "Anakku, cobalah belajar untuk membedakan antara pemberani dengan si konyol!"

Sang Murid, "Lalu apa yang harus saya katakan kepada si Dia?" Guru, "Berbicaralah apa adanya, bahwa kamu telah berusaha untuk meyakinkan orang tua namun tidak berhasil, dia tentu akan sedih bercampur dengan marah, itu pasti, namun kamu perlu jelaskan juga, bahwa dia tidak sedih dan marah sendiri. Tidak ada orang yang ingin kebahagiaannya rusak dan hancur. Namun tidak berarti juga realita hidup selalu happy ending kayak film India."

Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam bersabda,
"BARANGSIAPA MEMBUAT HATI ORANG TUA SEDIH, BERARTI DIA TELAH DURHAKA KEPADANYA." [Riwayat Bukhari].
Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda,
"TERMASUK PERBUATAN DURHAKA SESEORANG YANG MEMBELALAKKAN MATANYA
KARENA MARAH". [Riwayat Thabrani].

Semoga Allah menjadikan kita sebagai anak-anak yang dapat MEMPERSEMBAHKAN CINTA, SAYANG, HORMAT DAN BAKTI KITA KEPADA KEDUANYA, HANYA UNTUK SATU TUJUAN: MERAIH
CINTA, AMPUNAN, PAHALA DAN RIDHA-NYA.

Selasa, 28 Februari 2012

Umu dan Abu I will always love them :)

Pengorbanan dan cinta orang tua jauh lebih besar dari orang yang pernah mengatakan "cinta" untuk mendapatkan hati.
kasih sayang orang tua memang tak kn pernah tergantikan. q kangen sekali saat-saat indah bersama kedua orangtua. Sudah hampir 17 tahun q bersama mereka , dan saat melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi yaitu di bangku perkuliahan , q harus berpisah jauh dengan mereka. dengan jarak yang di tempuh sehari semalam. Yaitu saat ini q melanjutkan tuk menuntut ilmu di Semarang tepatnya di Universitas Diponegoro (UNDIP). Perpisahan ini sungguh sangat sulit tuk q lakukan ,,, namun dengan beriringnya waktu berjalan lambat laun q mulai terbiasa dengan ke adaan ini, ke adaan dimana q harus bisa hidup lebih mandiri, q harus bisa jaga diri, dan semua serba sendiri. Namun q selalu kangen di saat, q di marahi, di nasehati, dll. Karena di saat-saat itu lh rasa sayang mereka muncul. Saat q bener-bener kangen dengan mereka , mungkin hanya bisa lewat telpon ataupun sms saja :(
Namun semua q yakin, pasti akan Indah pada waktunya,,, semoga q bisa membalas seluruh jasa-jasa kedua orangtua q,,, dengan keberhasilan q menuntut ilmu di sini :)


Ya Allah berikan q waktu, untuk membalas seluruh jasa-jasa kedua orangtua q , love my parents :)

Kamis, 23 Februari 2012

ini lah jadwal q tuk semster dua



Senin
a. Bahasa Inggris (B301)
12.30-14.10 (8-9)
Dosen : Ariya Jati

b. Ekologi Kesehatan (B301)
14.10-15.50 (10-11)
Dosen : Yusniar Hanani

Selasa
a. Mikrobiologi (B301)
10.20-12.00 (5,6)
Dosen : Bu martini, Bu dwi, Isworo R

b. Parasitologi (B301)
12.30-14.10 (8-9)
Dosen : Praba Ginanjar,Bu Retno


Rabu
a. Filsafat Logika (B301)
10.20-12.00 (5,6)
Dosen : Bagoes W,Priyadi N,Kusyogo Cahyo


b. Ilmu Kependudukan (B301)
12.30-14.10 (8-9)
Dosen : Cahyo Tri,Farid,DEA

Kamis
a. Psikologi Kesehatan (B301)
09.30-11.10 (4-5)
Dosen : Pak Syamsulhuda

b. Kominikasi Kesehatan (B301)
12.30-13.20 (8-9)
Dosen : Pak Syamsulhuda,Besar Tirto,Priyadi N,Dra. Emmy

c. Farmakologi kesehatan (B301)
14.10-15.50 (10-11)
Dosen : dr. Noorwijayahadi

Jumat
a. Sosio-Antro Kesehatan (B301)
12.30-15.00 (8,9,10)
Dosen : Bu tinuk (bude),Dra Emmy,Kusyogo Cahyo,Besar Tirto

Tips Mengatasi Rasa Malas







Sahabat hebat,
Hari ini hari yang spesial dan istimewa. Mengapa ? ya…karena hari ini bukan saat yang sama dengan hari kemarin. Hari kemarin tinggal kenangan, hari esok harapan dan hari ini adalah KENYATAAN. Kenyataan untuk memutuskan bertindak. Ini momen istimewa, tentu sahabat hebat akan menggunakan dan mengisinya dengan hal-hal penting dan luar biasa serta menyingkirkan pengganggu yang tidak bermutu seperti kesedihan, kekhawatiran, isu miring yang belum tentu ada benarnya, menyikapi berlebihan perlakuan negatif orang lain dan segenap pikiran negatif yang sama sekali menjegal semangat kita.
Saya yakin sahabat hebat tidak ingin kehilangan saat istimewa ini. Ada pepatah, ‘kesempatan tidak datang dua kali’ maka kuasa keputusan sahabat untuk memanfaatkan kesempatan ini akan mengukir kenangan saat hari meninggalkan dan berganti di hari lain. Mari kita ciptakan kenangan yang benar-benar membuat diri sahabat dan orang lain tersenyum, dengan sungguh-sungguh dan komitmen yang tinggi untuk melakukan yang terbaik.
Sahabat hebat, seberapa besar komitmen sahabat untuk menjadi sukses dan bahagia, dalam karir dan kehidupan sahabat ?
Komitmen adalah sebuah percikan awal yang akan menyalakan api. Komitmen adalah kunci untuk menjalankan mesin. Ketika sahabat mendeklarasikan komitmennya; “Saya komit untuk melakukan apapun, berapa lama pun, dengan siapapun untuk mendapatkan hal tersebut”, maka sinyal tak terlihat akan mulai berjalan, seperti gelombang radio, bergema menuju sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan orang tersebut!

Rabu, 08 Februari 2012

FKM UNDIP
disini lah q mendapatkan keluarga baru,,bersama teman-teman yg ada dari berbagi provinsi di seluruh INdonesia,ada di keluarga ini, dari Papua,Kalimantan, Padang, dan lalin-lain. sungguh sebuah perbedaan bahasa, kebudayaan, itu sangat menarik jika dilihat dari segi positifnya. Aku bersyukur sekali bisa berada di antara mereka,walaupun dulunya harapan ku bukan disini, tapi Allah pasti tau mana yang terbaik buat q tuk ke depannya. Q selalu positif thinking aja dengn apa yg telah Allah berikan kepada ku,,karena mungkin ini adalah yang terbaik. dan di sini di FKM UNDIP q, mendapatkan begt banyak pelajran yg sangt berharga di sini, walaupun q jauh dari ortu.

Senin, 06 Februari 2012

Wahai Muslimah Kenalilah Musuhmu!

Musuh-musuh kaum wanita adalah juga musuh-musuh kaum laki-laki tidak ada bedanya.Mereka ini terdiri dari beberapa kelompok :
1. Yahudi
Mereka kelompok manusia yang paling bernapsu merusak bangsa manusia, menghancurkan agama dan etika mereka.Sebab bagi totalitas upaya yahudi melancarkan kerusakan ini karena mereka yakin tidak akan bisa eksis kecuali dengan membinasakan dan merusak bangsa lain untuk menjadikan budak, sebagai mana mereka ucapkan sendiri.

2. Nasrani
Yakni penganut agama yang telah diotak atik. Mereka menyimpang dari agama dan jauh dari kebenaran.

3. Kaum sekuler
Meskipun mereka beranggapan juga orang beragama islam.Mereka ini antek-antek skulerisme barat yang memang beralasan bila dikampanyekan dinegara-negara barat.Tapi ideologi ini tidak bisa diterapkan dinegara-negara islam.

4. Kaum oportunis
Yakni oknum-oknum yang ingin nambah tebal kantong dan pundi-pundi harta mereka, meskipun harus mengorbankan kaum wanita.Wanita adalah media untuk mempromosikan dagangan mereka selain itu wanita menjadi senjata kaum oportunis ini yang lihai menjerat orang-orang berpangkat dengan perangkap wanita.

Kenalilah musuh-musuh hakikimu.Yakni orang-orang yang menginginkanmu menyusuri jalan yang belawanan dengan ajaran islam. Kenalilah musuh-musuhmu tersebut.Ketahui tujuan dan beragam sarana yang digunakan untuk mewujutkan ambisi rendah mereka. Jangan meniru-niru apa yang mereka lakukan. Pelajari selalu Alquran dan Assunnah, Insya Allah engkau berada alam zona aman dan tipu daya mereka.

Minggu, 05 Februari 2012

SIKAP
Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!

Orang-orang di masa lalu

"Orang -orang di masa lalu hanya nostalgia kehidupan yang tidak nyata yang tidak perlu lagi di ingat, mengingat atau menyebutnya tiada guna sama sekali hanya menimbulkan kepiasan hati, menoreh luka sendiri dan yang lebih penting kita lupakan sesungguhnya peran kita.
BANGUNLAH.....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
 
Hidup dalam mimpi-mimpi masa lalu hanya akan membuatmu tidak akan pernah dewasa dan tidak akan pernah merubah nasibmu menjadi lebih baik."