AHLANWASALAN for reader!!!

Selasa, 20 November 2012

SURAT TERBUKA UNTUK BANGSA INDONESIA DARI GAZA


‎| SURAT TERBUKA UNTUK BANGSA INDONESIA DARI GAZA |

Mungkin surat ini sudah menyebar cukup lama untuk rakyat Indonesia, namun tidak sedikit pula yang belum membaca dan meresapi isinya, Bagi yang sudah membaca silahkan dibaca lagi dan dibagikan, jika yang belum silahkan membaca nya..

♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥

Untuk saudaraku di Indonesia, ..Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia .. Namun, jika kalian tetap berta
nya kepadaku, kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim Terbanyak di punggung bumi ini .. bukan
kah demikian wahai saudaraku???

Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?!!!?.

Wah,,,,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum, Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku ..jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang di gabung .. itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji Dari negeri kalian dalam satu musim haji saja ...

Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah?.wah?pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya ..? .. Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia, ..

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya & kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah? pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian..

Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko & para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil ... yah diatas mobil saudaraku!!

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun .., mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah & ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah ...itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding,,, ,, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA ... Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian ..???

Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut ..?!! !, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan .. atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! !!, Mereka mati syahid .. saudaraku! mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel ...

Saudaraku .., bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui,,,sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami Namun,,,,sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar ... Allahu Akbar!!!

Wahai saudaraku di Indonesia, ...

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar, Apa karena kalian sulit mencari rezki disana ..? apa negeri kalian sedang di blokade juga ..?

Perlu kalian ketahui .. saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan .., walau sudah lama kami diblokade .. Kalian terlalu manja?!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda Baru saja melangsungkan pernikahan,, ,yah,,,mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia, ..

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut.

Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan Buku-buku pasti kalian telah lahap .., kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu .. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku ... Satu jam .., yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.

Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau Cuma satu jam saudaraku ..,Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami) dan takaful (saling menangung beban) di sana .. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami .. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian??

Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al qur?an, umurnya baru 10 tahun , Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.

Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah Diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma .., yah di tempat itulah mereka belajar Saudaraku,, bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal .., karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia, ..

Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, .. kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia.

Namun,,,bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh.., iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

( Gaza City ..1430 H )

Akhhuka….. Abdullah

Bagitulah isi surat tanpa harus mengubah isinya, Silakan baca dan resapi surat diatas, betapa miris dan terlukanya hati saat surat diatas diterima nurani kita, betapa terlukanya saudara kita disana. Tetap dukung mereka walau hanya Do’a ataupun dana yang bisa kita lakukan, Allahu Akbar ...

(♥ Subhallah & Semoga Bermanfaat ♥)
______________________________________________________
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Aamiin Ya rabbal 'alamiin |

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa anta astaghfiruka ilaik

Sabtu, 22 September 2012

G 30S PKI, Selubung Hitam Kebohongan Sejarah



  G 30S PKI tetap menjadi kontroversi. Dan, hingga kini masih menjadi selubung hitam yang menyisakan tanda tanya atas fakta-faktanya…
INDONESIA pernah diguncang tragedi yang sangat memilukan sejarah dan catatan perjalanan bangsa. Para Jenderal dan Petinggi Angkatan Darat saat itu dibunuh secara sadis dan tidak berperikemanusiaan. Dan, semua itu terekam dalam film G 30S PKI yang menuai kontroversi. Dalam film tersebut, betapa pembelokan sejarah terjadi demi kekuasaan.
Hingga akhir kekuasaan rezim Soeharto semua orang percaya bahwa semua itu adalah perbuatan yang diotaki oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Dan di pelajaran sejarah pun dicatatkan kronologi menurut kepentingan penguasa saat itu. Namun, ketika orde reformasi dan tumbangnya rezim orde baru sepeninggal Soeharto, dimana kebebasan berbicara terbuka lebar, mulailah terkuak satu persatu kejanggalan skenario sejarah yang selama ini dicatatkan.

Dalam buku Sejarah SMP kelas 3 kurikulum 1994 ditulis bahwa PKI yang menjadi dalang peristiwa Gerakan 30 September 1965. Dimana peristiwa itu mengingatkan kita bahwa PKI selalu berusaha mencari kesempatan untuk melakukan kudeta (perebutan kekuasaan).
Disebutkan bahwa Aidit menugaskan Kamaruzaman alias Syam sebagai Ketua Biro Khusus PKI untuk merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Kemudian biro ini melakukan pembinaan terhadap perwira-perwira ABRI, diantaranya adalah Brigjen Supardjo dan Letkol Untung dari TNI AD, Kolonel Sunardi dari TNI AL dan Letkol Anwas dari Kepolisian.

PKI menyadari bahhwa hambatan untuk mencapai tujuannya adalah TNI AD. Oleh karena itu, pada tanggal 30 September 1965 sebelum subuh tanggal 1 Oktober 1965 upaya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira tinggi TNI AD dilancarkan.
Di buku tersebut juga dipaparkan bahwa penumpasan pemberontakan G30S/PKI dilakukan oleh ABRI dan rakyat yang setia kepada Pancasila. Mayjen Soeharto sebagai Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Darat) mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kembali keadaan.
Tapi, tak bisa disangkal. Kebutuhan akan rekonstruksi sejarah begitu terasa berkenaan dengan tumbuhnya kebingungan masyarakat awam. Terutama mengenai sejarah G30S/PKI seperti yang telah mencuat melalui media massa. Ironisnya, hampir seluruh informasi baru diekspos oleh media bertolak belakang dengan buku SMP kelas 3 tahun 1994 tersebut.

Pemaparan baru fakta dan opini di balik G30S/PKI itu pada intinya menerangkan dan mengubah peran dan posisi Jendral Soeharto terhadap G30S/PKI. Yakni, sebagai pemberantas yang cekatan dan jitu menjadi terlibat atau tersangka. Tapi, benarkah? Hingga kini masih menjadi ’selubung’ pekat yang sulit terpecahkan.
Nah, mau tahu apa aja fakta-fakta itu?
Pengakuan Kol. A. Latief (gembong PKI) bahwa dua kali ia memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jenderal. Dalam bahasa laten menghadapkan Dewan Jenderal kepada Presiden.
Namun Soeharto yang pada saat itu menjadi Panglima Kostrad tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya. Dia diam saja dan hanya manggut-manggut mendengar laporan itu.
Fakta bahwa sebagai perwira tinggi dengan fungsi pemandu di bawah Pangab Jenderal A. Yani, Soeharto tidak termasuk sasaran G30S/PKI. Ini bisa dipertanyakan, mengingat strategisnya posisi Kostrad apabila negara dalam keadaan bahaya. Jika betul Soeharto tidak berada dalam inner circle gerakan, kemungkinan besar ia termasuk dalam daftar korban yang dihabisi di malam tersebut.

Hubungan emosional yang amat dekat antara Soeharto dan para pelaku PKI yakni Untung dan Latief. Sedangkan Sjam termasuk kolega Soeharto di tahun-tahun sesudah Proklamasi.
Menurut penuturan Mayjen (Purn) Mursjid, 30 September malam menjelang 1 Oktober 1965, pasukan Yon 530/Brawijaya berada di sekitar Monas. Padahal tugas panggilan dari Pangkostrad Mayjen Soeharto adalah untuk defile 5 Oktober.
Mayjen (Purn) Suharjo, mantan Pangdam Mulawarman yang sama-sama dalam tahanan dengan Mayor (Purn) Soekardi, eks Wadan Yon 530/Brawijaya, menceritakan bahwa surat perintah dari Pangkostrad kepada DanYon 530 itu dalam rangka penugasan yang disinggung Jenderal Mursjid tadi, ternyata kemudian dibeli oleh Soeharto seharga Rp 20 juta.
Ratna Sari Dewi (mantan istri Bung Karno) pernah menyatakan: Sejak pagi 1 Oktober, Soeharto sudah mempropaganda bahwa pelakunya PKI. Sepertinya dia sudah tahu semua seakan telah direncanakan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ia bisa menguasai Indonesia? Harus diingat sistem komunikasi saat itu belum seperti sekarang.

Teleponnya belum lancar dan tak ada yang punya telepon genggam. Bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi pada malam 30 September dan segera bertindak begitu cepat? Kalau memang belum tahu rencana G30S/PKI, ia kemungkinan besar tidak akan bisa melakukannya!
Dari kutipan buku Sejarah SMP kelas 3 tersebut diatas dengan pengakuan Ratna Sari Dewi kita dapat menarik kesimpulan bahwa Soeharto sudah mengetahui akan terjadi gerakan 30 September yang dilakukan PKI.
Hal ini dibuktikan, mengapa begitu cepat dia mengambil keputusan dan mengumumkan ke seluruh rakyat Indonesia melalui RRI. Bahwa, telah terjadi peristiwa penculikan oleh gerakan kontra revolusioner yang menamakan dirinya G30S. Padahal, alat komunikasi pada saat itu belum secanggih sekarangAdapun fakta-fakta lain yang mampu mengungkap kebenaran ini, tidak hanya sebatas fakta internal. Lebih dari itu kebenaran yang mulai terkuak dan amat mengejutkan masyarakat awam adalah ternyata Soeharto juga mempunyai hubungan dengan CIA.
Hal ini terbukti dengan adanya satu kompi batalyon 454 Diponegoro Jawa Tengah dan satu kompi batalyon 530 Brawijaya Jawa Timur, yang secara terselubung digunakan Soeharto sebagai penggerak.
Soeharto disebut-sebut terlibat dalam peristiwa tragis itu. Oleh saksi dan sejumlah pelaku sejarah, serta sejarawan, dikatakan Soeharto mengetahui rencana penculikan para jenderal. Tapi, tidak berusaha mencegahnya. Itulah salah satu titik kontroversi yang dimuat dalam buku 44 Tahun G30S PKI, Antara Fakta dan Rekayasa yang terbit tahun 1999.

Pertama, siapa dalang gerakan 1 Oktober 1965?
Kedua, mengapa Mayjen Soeharto menghalangi Mayjen Pranoto Reksosamodro menghadap Presiden Soekarno untuk didaulat menjadi Men/Pangad, jabatan yang ditinggalkan Letjen Ahmad Yani?
Ketiga, mengapa Soeharto seolah-olah mengulur waktu untuk merebut Gedung RRI dari tangan G30S? Keempat, mengapa penggalian mayat para jenderal baru dilaksanakan pada 4 Oktober 1965, padahal lokasinya sudah diketahui pada 3 Oktober? Kelima, adakah konspirasi antara Letkol Untung Syamsuri (pemimpin lapangan), Kolonel Latief, Sjam Kamaruzzaman, dan Mayjen Soeharto?
Keenam, mengapa Ketua Partai Komunis Indonesia, D.N. Aidit, dibunuh ketika dia tertangkap di Boyolali? Padahal kesaksiannya di pengadilan akan sangat membantu untuk menyingkap tabir G30S yang sebenarnya? Yang menarik pada buku ini adalah pengungkapan pertemuan Kolonel Latief dan Soeharto di RSAD Gatot Soebroto beberapa jam menjelang penculikan para jenderal.

Waktu itu, anak Soeharto yang berusia tiga tahun, Tommy, ketumpahan sup panas dan dilarikan ke rumah sakit itu. Di sana pada sekitar pukul 21.00, Latief menemui Soeharto. Menurut pengakuan Soeharto, dalam wawancara dengan surat kabar Del Spiegel Jerman Barat pada Juni 1970, kedatangan Latief untuk membunuhnya.
“Tapi, ia tidak melaksanakannya berhubung kekhawatirannya melakukan ditempat umum,” ujar Soeharto. Pengakuan Soeharto itu bertentangan dengan jawaban yang diberikan kepada penulis bernama Brachman pada tahun 1968, yang mengatakan bahwa Kolonel Latief datang untuk menanyakan kesehatan anaknya.
“Saya terharu atas keprihatinannya,” kata Soeharto (hlm 18). Sementara itu, Latief sendiri mengatakan: “Yang sebenarnya, saya pada malam itu disamping memang menengok putranya yang sedang terkena musibah itu, sekaligus saya melaporkan akan diadakannya gerakan pada esok pagi harinya untuk menggagalkan Coup d’Etat dari Dewan Jenderal, dimana beliau sudah tahu sebelumnya.” (hlm 20).
Buku ini juga mengungkap kesaksian Boengkoes, yang muncul di media massa setelah Soeharto lengser. Boengkoes adalah seorang sersan mayor, pelaku langsung G30S. Saat gerakan berlangsung ia mendapat tugas menangkap Mayjen MT Haryono. Kesaksian Boengkoes dalam buku ini merupakan kompilasi dari wawancara sejumlah media massa, setelah Boengkoes dibebaskan dari LP Cipinang pada 25 Maret 1999.
Salah satu poin kesaksiannya adalah bahwa para jenderal itu tidak disiksa terlebih dahulu sebelum ditembak. Ini sangat berbeda dengan yang digembar-gemborkan Orde Baru bahwa para jenderal itu digambarkan dalam film disiksa bahkan dikatakan disayat-sayat. Apalagi penis dipotong.
“Para jenderal itu dipapah sampai bibir sumur baru kemudian ditembak,” ujarnya. Kesaksian Boengkoes kembali dipertegas, “dan tidak benar kalau ada pesta dan nyanyi-nyanyi (seperti film tayangan TV). “Suasana saat itu benar-benar sepi….” katanya.

Sumber: tnol.co.id (penulis: Subhan Hardi)


Kamis, 20 September 2012

WTA (World Tobacco Asia) 2012


Apa itu WTA ? WTA merupakan forum industri rokok internasional, yang menyelenggarakan konferensi baik bagi para pengusaha maupun pekerja di sektor tembakau dengan tujuan mempererat relasi serta mengenalkan produk-produk mereka. Pada konferensi sebelumnya, WTA diselenggarakan di Jakarta, dan tahun ini Jakarta kembali dipilih sebagai tuan rumah.
Berdasarkan data yang diambil dari web resmi WTA, menyebutkan bahwa pertumbuhan pasar rokok Indonesia merupakan salah satu terbesar di dunia. Tiga puluh persen dari 248 juta orang dewasa merokok, menjadikan Indonesia menempati urutan ke lima sebagai pasar rokok terbesar di dunia. Masih dari web resmi WTA, disebutkan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang “ramah”, karena tidak adanya peraturan tegas terkait rokok atau peraturan lain yang setegas peraturan-peraturan rokok  di negara ASEAN.  Inti dari konferensi WTA 2012 adalah untuk menumbuhkan pasar rokok di Asia, dengan target menambah 30 juta perokok pada tahun 2014.
Indonesia dianggap surga bagi pasar rokok internasional. Lantas, bagaimana tindakan kita atas terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah konferensi WTA yang diselenggarakan tanggal 19-21 September 2012 ? Karena terpilihnya Indonesia bukanlah suatu kehormatan, melainkan sebagai target empuk untuk menaikkan angka konsumen rokok, yang akan merugikan negara dan masyarakat kita. 

#tolak WTA untuk kebaikan bangsa!

Kamis, 06 September 2012

Aktivis 98


Aktivis 98: Perjuangan Mahasiswa Adalah Tinta Sejarah Bangsa 

Jakarta, Seruu.com- Aktivis 98, Adian Napitupulu berkeyakinan bahwa perjuangan mahasiswa saat ini sangat luar biasa. Mereka gigih berjuang tanpa pamrih serta mengambil resiko yang tidak kecil.

Dalam hal penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menurut Adian, Mahasiswa ini sadar bahwa mereka sedang berjuang untuk kehidupan banyak orang, termasuk juga untuk kehidupan isteri dan biaya sekolah anak-anak dari polisi yang memukuli, menembaki dan menangkapi mereka,

"Sungguh perjuangan yang sangat mulia. Dalam rangkaian demonstrasi sejak tanggal 19 Maret hingga 30 Maret total berjumlah 584 orang ditangkap, dari jumlah itu sekitar 100 an Mahasiswa sudah menjadi tersangka yang dikenakan pasal dengan ancaman penjara 5 hingga 12 tahun," ungkap Adian dalam rilisnya kepada Seruu.com, Minggu (1/4/2012).

Itu baru penangkapan, lanjut Adian menambahkan, demonstrasi menolak kenaikan BBM sampai saat ini, sudah 800 an orang, mahasiswa terluka, 12 orang ditembak peluru karet dan 5 orang ditembak peluru tajam dalam demonstrasi di Bima dan Paloppo.

"Dibanding gerakan mahasiswa 66, 74, 78 dan 98 maka jumlah mahasiswa yang ditangkap dan jadi tersangka saat ini hanya dikalahkan dengan penangkapan mahasiswa di tahun 66. Jadi bisa dikatakan bahwa Soeharto (Mantan Presiden RI) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden yang paling banyak menangkapi dan memenjarakan Mahasiswa," tegasnya.

Saat ini, ditambahkan Adian, mahasiswa yang ditangkap dan luka-luka telah menempatkan SBY - Boediono menjadi musuh bersama mahasiswa Indonesia terlebih lagi saat ini mahasiswa meyakini SBY - Boediono sebagai akar dari berbagai masalah Bangsa.

"Maka upaya apapun untuk meredam perjuangan mahasiswa akan sia-sia, karena sakitnya penjara dan pedihnya luka itu hanya bisa sembuh dengan tumbangnya apa yang menjadi musuh the Student Movement," pungkas mantan aktivis Forum Kota ini. [simon salakory]

Kamis, 26 Juli 2012

‎52 TIPE-TIPE MAHASISWA

52 TIPE-TIPE MAHASISWA ,termasuk golongan manakah kalian?


1. Mahasiswa perfeksionis = mahasiswa yg anti sama nilai B. sekali dpt B langsung guling2 ditanah dan galau 7 turunan.
2. Mahasiswa studyholic = duduk paling depan, sehari2 ngurung diri dalam kamar buat belajar. motto hidupnya “tiada hari tanpa belajar”
3. Mahasiswa idiopatik = ga jelas kehidupannya di kampus. kadang2 ada, kadang2 ga ada.
4. Mahasiswa poli-organisasi = aktif diberbagai organisasi kampus. motto hidupnya “banyak organisasi, banyak rezeki”
5. Mahasiswa pasrah = dapat E? ah tenang, kan ga cuman aku doang yang ga lulus
6. Mahasiswa pecinta = kerjaan sehari2nya pacaran tak peduli tempat, waktu, dan lokasi.
7. Mahasiswa cadaLOver = saking terobsesinya sama cadaver, ampe kuliahnya hanya saat ada materi anatomi atau pratikum anatomi. (#kedokteranonly)
8. Mahasiswa SKS = tipe paling banyak di tiap kampus. belajar sampai larut hanya ketika besoknya ujian.
10. Mahasiswa paket hemat = datengnya pas praktikum,skill lab ma tutor doang
11. Mahasiswa galau = tiap malam ngetweet galau sambil dengerin lagu2 adele
12. Mahasiswa setengah dewa = Tiap hari kerjaan nya maen game dan OL, tapi selalu berhasil kalo ujian.
13. Mahasiswa gaul stadium 4 = ke kampus pakai kaos oblong dan celana jeans
14. Mahasiswa inhibitor = sukanya nanya2 ke dosen sehingga menghambat mahasiswa yg lain utk pulang
15. Mahasiswa kritis : selalu nanya jadwal kuliah padahal modul dia punya, dan bertanya terus kapan dosen masuk
16. Mahasiswa OVJ = tiada hari tanpa membuat tertawa teman2nya
17. Mahasiswa petani = datang paling pagi buat bookingin tempat duduk temen
18. Mahasiswa insert investigasi = niat dateng ke kampus buat nyari gosip2 ter-hot seangkatan
19. Mahasiswa asianlover = tiap hari ngebahas korea. suka teriak2 ga jelas tiap ngeliat foto/ video artis korea
20. Mahasiswa FreeAll = datang ke kmpus bawa laptop untuk dapat ngenet gratis dan download film gratis pake sinyal wifi kampus
21. Mahasiswa the ripper = pembunuh teman saat tutorial
22. Mahasiswa dreamer = kerjaannya tidur di kelas dari awal sampai habis
23. Mahasiswa KW 9 = beli buku yg bajakan semua.
24. Mahasiswa ekstrovert : suka gosipin kelakuan teman²nya & dosen
25. Mahasiswa pa bondan = dateng ke kampus cuma nongkrong di kantin sambil ngeborong kuliner
26. Mahasiswa introvert = punya bahan untuk belajar buat ujian dari dosen hanya disimpan buat sendiri, ogah bagiin ke teman²
27. Mahasiswa perpustakaan berjalan = kemana2 bawa buku yg tebel2
28. Mahasiswa JournalLover = bawa jurnal kemana2 tapi ga paham isinya apa
29. Mahasiswa model : kekampus pakai height heel lebih 10 cm„,
30. Mahasiswa pencabut dompet = sukanya nagih uang ke teman
31. Mahasiswa Konter = datang ke kampus menawarkan jasa pulsa elektrik
32. Mahasiswa recorder = hafal semua yang dikatakan dosen waktu kuliah
33. Mahasiswa program KB = IP 2 cukup
34. Mahasiswa hemat listrik : suka ngecas bb. Laptop,hape dikampus
35. Mahasiswa SOGO = ke kampus dandannya kaya mau liburan keluar negri
36. Mahasiswa hemat air = suka numpang mandi dan BAB di wc kampus
37. Mahasiswa buku berjalan = mahasiswa yang saking pinternya, ditanyain materi selalu bisa jawab
38. Mahasiswa game center = mahasiswa yang datang ke kampus cuma buat maen game online bareng temen seangkatan
39. Mahasiswa cool = paling suka duduk dibawah AC ketika kuliah
40. Mahasiswa las vegas = ke kampus cuma buat maen poker sama UNO di kantin.
41. Mahasiswa olahragawan = ke kampus selalu pake sepatu futsal
42. Mahasiswa superman = kemana-mana sobotta dan dorland d gendong d tas
43. Mahasiswa RU = ada apa apa dikit langsung updet pm, menuhin recent updates
44. Mahasiswa bermodal cinta = datang ke kampus ga bawa apa2
45. Mahasiswa joki 3 in 1 = suka nebeng temen ke kampus
46. Mahasiswa seks bebas = suka nyucuk flashdisk berisi virus ke berbagai laptop
47. Mahasiswa tutorial oriented = hanya belajar keras saat tutorial aja
48. Mahasiswa kupu2 = kuliah-pulang kuliah-pulang
49. Mahasiswa salesman = gaya berpakaiannya susah dibedakan antara mahasiswa dan salesman
50. Mahasiswa gaib = kehadirannya tidak jelas.
51. Mahasiswa kura - kura = kuliah rapat kuliah rapat
52. Mahasiswa Tilang = Titip absen langsung pulang


Anda tipe yang mana ??
#dari seorang sahabat :)

Selasa, 10 Juli 2012

RUU NaKes


UNDANG-UNDANG REPUBLLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1963 TENTANG TENAGA KESEHATAN

Presiden Republik Indonesia.

Menimbang : perlu ditetapkan Undang-undang tentang Tenaga Kesehatan;

Mengingat:

a.Pasal 5 ayat 1 dan pasal 20 ayat 1 Undang-undang Dasar;
b.Pasal 10 Undang-undang tentang Pokok-pokok Kesehatan (Undang-undang tahun 1960 No. 9; Lembaran-Negara tahun 1960 No. 131);
c.Undang-undang tentang Wajib Kerja Sarjana (Undang-undang tahun 1961 No. 8; Lembaran-Negara tahun 1961 No. 207);
d.Undang-undang tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kepegawaian (Undang-undang tahun 1961 No. 18; Lembaran-Negara tahun 1961 No. 263);
e.Undang-undang tentang Perguruan Tinggi (Undang-undang tahun 1961 No. 22; Lembaran-Negara tahun 1961 No. 302),
f.Undang-undang tentang Wajib Militer (Undang-undang tahun 1958 No. 66; Lembaran-Negara tahun 1958 No. 117);

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong;

Memutuskan:

I.Membatalkan :

1.Ketentuan-ketentuan dalam Het Reglement op den Dienst der Folksgezondheid mengenai Tenaga Kesehatan;

2.Undang-undang tentang pembagian tenaga dokter, dokter gigi dan bidan secara rasionil (Undang-undang tahun 1951 No. 9);

3.Undang-undang tentang mengatur tenaga dokter partikelir dalam keadaan genting (Undang-undang tahun 1951 No. 10);

II.Menetapkan : Undang-undang tentang Tenaga Kesehatan.

BAB I

Maksud dan tujuan.

Pasal 1.

Maksud dan tujuan undang-undang ini ialah untuk menetapkan *3007 ketentuan-ketentuan dasar mengenai Tenaga Kesehatan.

BAB II

Ketentuan umum.

Pasal 2.

Yang dimaksud dengan Tenaga Kesehatan dalam undang-undang ini, ialah :
I.Tenaga Kesehatan sarjana, yaitu :

a.dokter;
b.dokter-gigi;
c.apoteker;
d.sarjana-sarjana lain dalam bidang kesehatan; II.Tenaga Kesehatan sarjana-muda, menengah dan rendah:

a.dibidang farmasi : asisten-apoteker dan sebagainya;
b.dibidang kebidanan: bidan dan sebagainya;
c.dibidang perawatan: perawat, physio-terapis dan sebagainya;
d.dibidang kesehatan masyarakat : penilik kesehatan, nutrisionis dan lain-lain;
e.dibidang-bidang kesehatan lain.

BAB III

Syarat untuk melakukan pekerjaan dokter/ dokter-gigi/apoteker.

Pasal 3.

Syarat untuk melakukan pekerjaan sebagai dokter/dokter-gigi ialah:

a.Yang bersangkutan memiliki ijazah dokter/dokter-gigi menurut peraturan yang berlaku;
b.Yang bersangkutan memiliki ijazah dokter/dokter-gigi diluar negeri yang sederajat dengan Universitas Negara menurut peraturan yang berlaku.

Pasal 4.

Syarat untuk melakukan pekerjaan kefarmasian sebagai apoteker :

a.Yang bersangkutan memiliki ijazah apoteker menurut peraturan yang berlaku;
b.Yang bersangkutan telah melakukan pekerjaan kefarmasian/ sebagai apoteker menurut undang-undang yang berlaku;
c.Yang bersangkutan memiliki ijazah apoteker diluar negeri, yang menurut peraturan yang berlaku dinyatakan sederajat dengan ijazah apoteker di Indonesia.

BAB IV

Izin untuk melakukan pekerjaan dokter/ dokter-gigi/apoteker.

Pasal 5.

Untuk melakukan pekerjaan, baik pada Pemerintah, pada badan-badan Swasta maupun secara Swasta perseorangan, tenaga kesehatan yang dimaksud dalam pasal 3 dan pasal 4 harus memperoleh idzin Menteri.

Pasal 6

(1)Pada idzin yang dimaksud dalam pasal ditetapkan (tempat), jangka waktu dan syarat-syarat lain, sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam pasal 10 ayat (2), (3) dan (4) Undang- undang tentang Pokok-pokok Kesehatan. (2)Hal-hal mengenai daerah (tempat), jangka waktu dan syarat-syarat lain yang dimaksud dalam ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

BAB V

Tugas pekerjaan tenaga kesehatan sarjana-muda, menengah dan rendah.

Pasal 7.

(1)Tugas pekerjaan tenaga kesehatan sarjana-muda, menengah dan rendah ditetapkan berdasarkan pendidikan dan pengalamannya. (2)Pendidikan yang dimaksudkan dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri Kesehatan.

Pasal 8.

(1)Tenaga kesehatan sarjana-muda, menengah dan rendah melakukan pekerjaannya dibawah pengawasan dokter/dokter-gigi/ apoteker/sarjana lain yang dimaksud pasal 2 nomor 1. (2)Kepada tenaga kesehatan tertentu dapat diberikan wewenang terbatas untuk menjalankan pekerjaan tanpa pengawasan langsung sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1). (3)Ketentuan-ketentuan dalam pasal 5 dan 6 berlaku juga untuk melakukan pekerjaan tenaga kesehatan yang dimaksud dalam ayat (2).

BAB VI

Tenaga pengobatan berdasarkan ilmu dan/atau cara lain dari pada ilmu kedokteran.

Pasal 9.

(1)Menteri Kesehatan memberi bimbingan dan pengawasan kepada mereka yang melakukan usaha-usaha pengobatan berdasarkan ilmu dan atau cara lain dari pada ilmu kedokteran. (2)Bimbingan dan pengawasan yang dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan-peraturan pelaksanaan.

BAB VII

Bimbingan Pemerintah.

Pasal 10.

Dengan mengingat ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang tentang Pokok -pokok Kesehatan (Undang-undang tahun 1960 No. 9; Lembaran-Negara tahun 1960 No. 131), Menteri Kesehatan mengatur, membimbing dan mengawasi tenaga kesehatan dalam melakukan tugas pekerjaannya, baik yang dijalankan sebagai perseorangan maupun yang merupakan aktivitas-aktivitas secara kolektip.

BAB VIII
Tindakan-tindakan administratip

Pasal 11

(1)Dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan didalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Peraturan-peraturan perundang-undangan lain, maka terhadap tenaga kesehatan dapat dilakukan tindakan-tindakan administratip dalam hal sebagai berikut :

a.melalaikan kewajiban;
b.melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak boleh diperbuat oleh seorang tenaga kesehatan, baik mengingat sumpah jabatannya maupun mengingat sumpah sebagai tenaga kesehatan;
c.mengabaikan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh tenaga kesehatan,
d.melanggar sesuatu ketentuan menurut atau berdasarkan undang-undang ini. (2)Tindakan-tindakan yang dimaksud dalam pasal 11 ayat (1) dapat diambil oleh Pejabat Kesehatan Tertinggi di Daerah tingkat I dan/atau Menteri Kesehatan, setelah diadakan pemeriksaan yang teliti.

Pasal 12.

(1)Jika tindakan-tindakan dalam pasal 11 ayat (1) yang diambil oleh Pejabat Kesehatan Tertinggi di Daerah Tingkat I tidak diterima oleh tenaga kesehatan yang bersangkutan, maka ia dapat memajukan perkaranya kepada Menteri Kesehatan. (2)Menteri Kesehatan mengambil tindakan-tindakan yang dimaksud dalam pasal 11 ayat (1) atau dalam hal yang dimaksud dalam pasal ini ayat (1), setelah mendengar pertimbangan Dewan Pelindung Susila Kedokteran dan bilamana perlu badan-badan-lain.

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP.

Pasal 13.

Hal-hal yang tidak, belum atau belum cukup diatur dengan Undang-undang ini, diatur dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri Kesehatan.

Pasal 14.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta pada tanggal 12 Juli 1963. Presiden Republik Indonesia,
SUKARNO.

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 22 Juli 1963. Sekretaris Negara,

MOHD. ICHSAN.

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1963 TENTANG TENAGA KESEHATAN

UMUM

Undang-undang tentang Tenaga Kesehatan ini adalah pelaksanaan dari pada Undang-undang tentang Pokok-pokok Kesehatan (selanjutnya disingkat : Undang-undang Pokok Kesehatan). Didalamnya terkandung pikiran, bahwa tenaga kesehatan merupakan petugas masyarakat dan negara yang berpendidikan dan berpengetahuan khusus, karena itu mereka mempunyai tugas dan fungsi yang khusus pula. Menteri Kesehatan berkewajiban mengatur tenaga kesehatan kearah pengabdian kepada rakyat dan Negara menurut Undang-undang Pokok Kesehatan.

PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

Undang-undang ini menetapkan ketentuan-ketentuan yang bersifat khas (spesifik) mengenai petugas-petugas kesehatan, maka dari itu Undang-undang ini dapat berlaku disamping Undang-undang lain seperti Undang-undang Pokok Kepegawaian perihal Pegawai Negeri, Undang-undang Wajib kerja Sarjana mengenai para Sarjana. Undang-undang Wajib Militer mengenai Warga Negara yang harus melakukan dinas Wajib Militer.

Pasal 2

Tenaga Kesehatan Sarjana, termasuk golongan Sarjana pada umumnya pendidikannya diselenggarakan oleh Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan. Tenaga Kesehatan lainnya yang bertingkat Sarjana Muda, Menengah dan Rendah (non-akademikus) pendidikannya diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang Kesehatan. Yang dimaksud dengan Sarjana Muda adalah tingkatan semi-akademis.

Pasal 3

Ijazah-ijazah dokter, dokter-gigi, apoteker dan Sarjana-sarjana lain ini diatur dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Perguruan Tinggi, yang juga akan mengatur soal-soal gelar, sebutan, wewenang dan sebagainya secara keseluruhan.

Pasal 4

Yang dimaksud pada sub b ialah : assisten-apoteker yang mendapat izin memimpin sebuah "Apotik Darurat" menurut Undang-undang No. 18 tahun 1959.

Pasal 5

Dengan "melakukan pekerjaan secara swasta perseorangan" dimaksud : "praktek partikulir dokter/dokter-gigi". Dengan pasal ini Menteri Kesehatan dapat mengetahui keadaan seluruh tenaga dokter/dokter-gigi/apoteker dimanapun juga mereka bekerja.

Pasal 6

(1) Menteri Kesehatan memberikan izin dengan memperhatikan kepentingan rakyat dan Negara (umpamanya distribusi Tenaga Kesehatan secara merata diseluruh wilayah Negara), penetapan jangka waktu untuk melakukan pekerjaan dokter/dokter-gigi/apoteker disuatu daerah tidak mengurangi daya laku wewenang ijazah sebagaimana ditetapkan (diakui) dalam pasal 3 dan 4. Menteri Kesehatan menetapkan syarat-syarat lain dengan memperhatikan fungsi sosial seorang dokter/dokter-gigi/apoteker, keadaan fisik (umpamanya tidak buta-tuli, tidak buta-warna) dan sebagainya. (2)Dalam melaksanakan ketentuan dalam ayat (1), MenteriKesehatan memperhatikan segala sesuatu mengenai daerah (tempat), jangka waktu syarat-syarat lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 7

(1) Sebagai contoh tugas pekerjaan tenaga kesehatan dimaksud dalam pasal ini adalah sebagai berikut : a. Tugas pekerjaan Tenaga Bidan yang berdasarkan pendidikannya, adalah terutama memberi pertolongan pada persalinan normal; b. Tugas pekerjaan Tenaga Kesehatan perawat pada pokoknya adalah merawat penderita sakit dan membantu dokter dalam hal mengobatinya; c. Tugas pekerjaan asisten-apoteker adalah melakukan kefarmasian yang terbatas berdasarkan pendidikannya dan membantu pekerjaan apoteker.

(2) Sebutan dari pada Tenaga-tenaga Kesehatan itu diatur dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri.

Pasal 8

(1)Oleh sebab Tenaga Kesehatan bukan Sarjana melakukan pekerjaan dibawah pengawasan atasan-atasan yang bersangkutan, maka pertanggungan-jawab medis dari pada pekerjaannya terletak pada atasan-atasan tersebut.

(2) Adalah suatu kenyataan, bahwa didaerah-daerah dimana tidak ada seorang dokter, maka Tenaga Kesehatan non-akademis tertentu melakukan pekerjaannya dengan memikul pertanggungan-jawab sepenuhnya.
Agar kenyataan ini dapat dikuasai sebaik-baiknya, maka ditetapkan disini bahwa Tenaga Kesehatan non-akademis tersebut perlu diberi wewenang yang terbatas.

(3) Cukup jelas.

Pasal 9

Ketentuan dalam pasal ini bersandar pada pasal 14 ayat (4) Undang-undang Pokok Kesehatan yang mengatakan, bahwa : "Usaha-usaha pengobatan berdasarkan ilmu dan/atau cara lain dari pada ilmu kedokteran, diawasi oleh Pemerintah agar tidak membahayakan masyarakat". Dengan demikian tenaga pengobatan secara "Timur" (dukun, dukun bayi dan sebagainya) dapat diatur dan dimana mungkin diikut-sertakan didalam usaha memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan rakyat. Dalam membimbing dan mengawasi cara pengobatan tersebut, Departemen Kesehatan bekerja-sama dengan Departemen-departemen lain, diantaranya Departemen Agama.

Pasal 10

Perjalanan perkembangan masyarakat dan Negara kearah Masyarakat Sosialis dibimbing, dengan adanya "pimpinan" disegala bidang (demokrasi terpimpin, ekonomi terpimpin dan seterusnya), maka dalam rangka kenyataan ini dengan tegas diterangkan bahwa dalam melaksanakan tugas pekerjaan Tenaga Kesehatan berada dibawah pimpinan Menteri Kesehatan. Pemerintah memberi kesempatan agar Tenaga Kesehatan non-akademikus dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan jalan pendidikan-pendidikan dari kursus-kursus tambahan.

Pasal 11

(1) Cukup jelas. (2) Dalam melaksanakan pemeriksaan yang dimaksud dalam ayat ini, Pejabat Kesehatan Tertinggi Daerah tingkat I memperhatikan pertimbangan Pemerintah Daerah Tingkat I.

Pasal 12

Dengan ketentuan ini seorang tenaga Kesehatan yang merasa diperlakukan tidak menurut norma-norma keadilan dapat "naik banding keinstansi yang lebih tinggi". Dengan demikian kepentingan seorang Tenaga Kesehatan mempunyai perlindungan hukum yang sewajarnya.

Pasal 13 dan 14 Cukup jelas.

Termasuk dalam Lembaran Negara tahun 1963 No. 79.

Mengetahui : Menteri/Pejabat Sekretaris Negara.

A. W. SURJOADININGRAT (S.H.).

-Departemen Kebijakan Publik FKM UNDIP 2011-

Sabtu, 23 Juni 2012

Buat Apa sih Kuliah ???

SELAMAT KAMU SUDAH JADI MAHASISWA


lalu kenapa?

Memang apa sih kerennya jadi mahasiswa? Kamu pikir kamu keren kalau jadi mahasiswa? Dengan jas almamater yang heroik kamu jadi bisa kembali ke sekolah kamu dan berkata, “saya sekarang mahasiswa UNAIR loh” atau “ini nih lihat jaket kuning UI gw”.

Okey, itu memang salah satu bagian menyenangkan yang bisa dibanggakan, tapi kalo udah bangga, kamu mau apa? Apa yang kamu dapatkan dari kebanggaan tersebut?

‘seneng aja’

‘kepuasaan batin’

‘yah keren aja sih’

Ada lagi kah ?

Kamu udah yakin dengan pilihan jurusan dan kampus kamu? Sudah sesuai dengan panggilan jiwa belum? Atau kamui masih bohong sama diri kamu?

‘iya saya sudah yakin kok sama pilihan saya’

‘ah masa sih?, yakin? Itu kok muka masih belum pede tampaknya’

‘ya dibuat yakin dong, kan sudah keterima’

‘bener nih gak nyesel?’

‘emang ada pilihan lain kah?’

Kamu sudah jadi mahasiswa nih sekarang, lalu kamu mau jadikan titel kamu nanti untuk apa? Mau dijadikan apa titel yang kamu raih?

Sobat, kata rektor saya dulu, biaya standar untuk seorang sarjana teknik adalah Rp.28.000.000 setiap semesternya. Jumlah yang yang gak kecil loh, coba saya tanya berapa biaya kuliah? Dulu saya di Itb 1.850.000 per semesternya. Kabarnya sekarang sudah mencapai hingga 5 juta rupiah per semesternya. Okelah kita pakai standar sekarang saja, dan dengan asumsi biaya sarjananya tetap.

Dengan asumsi ini saja saya bisa mengatakan kalau dalam satu semester, minimal kita sudah memiliki hutang 23 juta per semesternya. Hutang? Pasti banyak yang bertanya, itu hutang ke siapa? Hutangnya ke Rakyat Indonesia kawan. Mereka yang bayar pajak itu telah mensubsidi kuliah kamu, khususnya buat kamu yang kuliah di kampus negeri.

Pendidikan yang berkualitas itu hakekatnya memang mahal, pertanyaannya siapa yang akan menanggung biaya pendidikan tersebut? Dalam kasus Indonesia, rakyatlah yang juga dibebankan untuk membiayai kuliah kita.

Saat pertama kali masuk ITB beberapa tahun yang lalu, seorang alumni yang sangat senior berbicara dalam sebuah sesi seminar.

“untuk masuk ITB, perbandingan tingkat kompetisinya adalah 1 banding 20. Artinya ketika kamu bahagia karena telah masuk ITB, ada 19 anak muda Indonesia lain yang menangis kecewa karena gagal diterima di ITB.

Kamu kuliah di subsidi oleh rakyat, maka untuk membalas budi pengorbanan uang yang telah rakyat berikan, kamu minimal harus bisa kasih makan ke 76 orang lainnya. Darimana angka 76 tersebut?

Kita asumsikan 19 orang tersebut menikah dan memiliki dua anak saja, maka itu berarti 19 dikali 4 yaitu 76 orang”

Kata-kata tersebut selalu terngiang di benak saya hingga saat ini, saya selalu berpikir dan mencari jalan bagaimana bisa membuka kesempatan menambah penghasilan bagi 76 orang. Tentu bukan hanya dengan membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur, banyak cara untuk bisa berbagi seperti dengan aktivitas sosial.

Bagaimanapun caranya, itulah yang perlu kita sama-sama pikirkan. Bahwa kamu jadi mahasiswa itu tidak mudah dan tidak bisa asal-asalan. Kamu perlu tanya ke diri kamu, “saya mau berkontribusi apa selama jadi mahasiswa dan setelah lulus untuk negeri ini?

Karena kuliah kamu bukan hanya menyangkut diri kamu, tetapi juga ratusan juta rakyat Indonesia di masa kini dan masa depan. Mahasiswa seringkali disebut sebagai unsur perbaikan negara, ya benar adanya kalimat tersebut. Karena ditangan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia nyata lah negeri ini bergantung harapan.

Kamu kuliah, kamu termasuk dalam 18% rakyat Indonesia usia 18-23 tahun yang beruntung bisa menikmati bangku di perguruan tinggi. Jumlahnya tidak sampai 4.5 juta saja mahasiswa itu. Maka renungkanlah nasih 78%  rakyat Indonesia lainnya yang

Karena kamu itu mahasiswa, ada kata MAHA di depan siswa. Maha itu identik dengan tidak terbatas dan tidak pernah habis. Perlu di ingat, bahwa penggunaan kata MAHA itu identik dengan sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan (e.g Maha Pengasih,dan Maha Penyayang). Menariknya bahasa Inggris nya dari Mahasiswa adalah student, atau terkadang ditambahkan College Student. Bahasa arabnya mahasiswa adalah thulabiy, sama dengan siswa. Mereka tidak menggunakan terminologi Great Student atau AkbaruThulabiy sebagai kata ganti mahasiswa.

Hanya di Indonesia yang menggunakan pola kata seperti ini. Kenapa? Karena ada sebuah harapan khusus bagi mahasiswa Indonesia untuk bisa memiliki karakter seorang MahaSiswa, seorang yang tidak pernah terbatas hasratnya untuk bisa menuntut ilmu.

Dalam sebuah lirik lagu perjuangan kampus yang berjudul “Kampusku”, sang pengubah lagu menuliskan seperti ini;

Berjuta Rakyat Menanti Tanganmu

Mereka Lapar dan Bau Keringat

Kusampaikan Salam Salam Perjuangan

Kami Semua Cinta Indonesia

Tapi kamu juga jangan terlalu Geer dulu dengan segala sanjungan untuk mahasiswa, itu gak sekeren itu kok, kadang malah cuma klise belaka. Saya malah berpikir terlalu banyak pujian untuk seorang yang menyandang label mahasiswa. Padahal jadi mahasiswa gak sekeren itu kok, apa sih mahasiswa? Belajar males, kajian kebangsaan cuek, demo di jalan gak mau, kegiatan pengembangan masyarakat juga gak peduli, bahkan fokus pada kompetensinya saja juga enggan.

Apa sih mahasiswa itu? Cuma mampu mejeng dengan tampang keren, sok bawa mobil ke kampus padahal uang orang tua. Bergaya sana sini, ganti pacar tiap bulan, gak nyimak dosen di kelas, ke kampus dandannya udah seperti mau ke resepsi pernikahan.

Ngapain sih tuh mahasiswa? Selama empat tahun di kampus akhirnya gak aplikasi ilmunya, berpikir gimana ngasih makan dirinya saja, lupa kalau dia di bayarin rakyat saat kuliah, jadi manusia hedon yang lupa kalau masih banyak rakyat yang lapar dan bau keringat.

Ah mahasiswa, apa pentingnya? Cuma bisa kritik keadaan negeri tanpa mau berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk negerinya. Hanya ribut diantara mahasiswa, bakar ban dan akhirnya rakyat lagi yang kembali menderita.

HEI KAMU YANG MENGAKU MAHASISWA !

Coba sekarang saya tanya buat kamu yang mau lulus kuliah, buat apa sih kamu kuliah? Abis kuliah mau kemana?

‘ikutin aja kemana angin membawa’

‘yah kita lihat nantilah gimana abis wisuda’

‘mau kerja dulu deh, sambil mikir mau ngapain setelahnya’

Umm. Okey, tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat tersebut. Tetapi kalimat-kalimat ini menandakan masih banyak diantara mahasiswa dan alumni muda yang bahkan tidak tau mau ngapain setelah lulus.

Helloooo

Dimana #panggilanjiwa kamu kawan? Masih belum berjumpakah dengan #panggilanjiwa kamu itu? Atau bahkan kamu tidak berusaha mencarinya?

Sobat,apakah dunia kampus belum cukup untuk kamu dalam mem-#bangunmimpi? Butuh berapa lama lagi untuk kamu agar bisa menemukan dan merencanakan mimpi besar kamu sobat? Atau jangan jangan kamu lebih nyaman dalam ketidakpastian mimpi kamu?

Mereka yang tidak punya mimpi akan terjebak pada kegalauan hidup, dan bila kegalauan hidup menemani mereka maka ketidakpastian akan menjadi sahabat, dan akhirnya berujung pada ketidakjelasan manfaat hidup itu sendiri.

APA KONTRIBUSI KAMU UNTUK NEGERI?

Percuma saja kamu kuliah kalau ternyata pilihan jurusannya bukan yang kamu minati, bohong dengan #panggilanjiwa hanya untuk mengejar titel di kampus negeri saja. Hidup itu bukan sekedar titel kamu di dapat dimana, tetapi kamu mau berbuat apa dengan titel tersebut untuk kebaikan dan kebermanfaatan.

Kamu pikir jadi alumni dari kampus beken itu terjamin masa depannya kawan? Saya justru banyak kenal teman, senior, dan junior saya di kampus yang luntang-luntung gak jelas karena penuh kegalauan dalam menatap masa depan. Mereka tidak membangun karakter diri selama jadi mahasiswa. Akibatnya? Hidup segan, Mati enggan.


Lantas, apa yang bisa dibanggakan ketika setelah lulus hanya menjadi sekrup kapitalis yang menghambakan diri pada uang dan rela ketika sumber daya negeri ini dikeruk untuk kepentingan asing semata. Apa kalian lupa kalau kalian kuliah disubsidi oleh negara? Uang rakyat itu kawan? Hasil pajak mereka yang berharap negeri ini lebih baik.

Buat saya, percuma belajar mati-matian masuk perguruan tinggi kalau ujung-ujungnya hanya memetingkan isi perut belaka dan tidak mampu berkontribusi untuk bangsa. Sayang banget kawan, bila 4-5 atau bahkan 6 tahun kuliah pada akhirnya hanya menjadi perusak negeri, yang serakah atas kebutuhan dunia.

Atau lebih sadis lagi mereka para koruptor yang menghabiskan hidup untuk merusak moral sosial bangsa. Seharusnya mereka mereka inilah yang di klaim oleh Malaysia bukan budaya Indonesia.

Rakyat negeri ini membiayai kamu kuliah bukan hanya untuk mendapatkan IPK Cum Laude atau terancam Cum Laude. Yakin nih yang IPK nya 4.00 itu benar-benar cerdas? Jangan-jangan mereka cuma seorang robot yang jago menyelesaikan soal ujian, tetapi gamang dalam menghadapi soal kehidupan.

Kamu kuliah di kampus teknik, jadilah teknokrat yang visioner. Kuliah di fakultas hukum, jadilah advokat yang adil. Belajar di jurusan ekonomi, maka jadilah ekonom yang bijak. Atau bila kamu kuliah di kampus pertanian, bangunlah negeri ini dengan ilmu pertanian yang kamu miliki, jangan mangkir dari kompetensi dan malah berpikir untuk menjadi bankir.

Kuliah itu mahal kawan, setau saya di UI sudah Rp.25.000.000, di ITB bahkan ada yang mencapai Rp.50.000.000. Biaya per semester juga sudah semakin besar, lalu apa yang kamu cari setelah lulus? Hanya bekerja sebagai pegawai kah pilihan hidup kamu?

Masih banyak anak muda Indonesia yang tidak kuliah. Atau alumni kampus yang katanya beken dan akhirnya memilih untuk bersaing dalam job fair dengan alumni kampus yang katanya ga beken? Gak malu ya sobat?

Yuk kita berpikir #beda , jangan berpikir “mau kerja di perusahaan apa”, melainkan “mau buka lapangan kerja dimana ya”

Saya sering bilang ke mahasiswa ITB, buat apa kamu bangga masuk ITB kalau hanya bisa jadi mahasiswa KUPU KUPU alias kuliah pulang kuliah pulang. Mending kamu sekalian aja pulang ke rumah orang tua kamu. Karena kita kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai, kita kuliah untuk menikmati proses pembelajaran diri dalam setiap kesempatan.

Malu lah pakai jaket kuning UI yang katanya keren itu kalau gak peka sama isu sosial masyarakat, hanya mengenal kuliah-kafe-mall saja. Helloo kawan, itu jaket kuning lambang perjuangan, apa kontribusi kamu untuk negara. Kalau kamu sudah berkontribusi untuk negeri, barulah boleh sedikit bangga dengan jaket kuning kamu sobat!

Atau mahasiswa UGM yang terkenal dengan jaket warna karun goni, itu warna kerakyatan, maka segen saya lihat mahasiswa UGM kalau melihat dan memikirkan realita rakyat aja gak mau. Jaket mu itu bukti pengorbanan sobat!

Malu lah gw jadi mahasiswa kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan

Ah capeklah kuliah itu kalau hanya mengejar Nilai tetapi anti sosial, menjadi manusia robot yang bangga jadi sekrup kapitalis.

Buat kamu yang baru lulus SNMPTN atau segala bentuk ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Berani janji kontribusi apa selama jadi mahasiswa? Atau udah cukup bangga dengan label mahasiswa?

Masuk jurusan kedokteran kampus beken, tetapi gak mau praktek di daerah terpencil, hanya mau jadi dokter di kota. Hmm percuma deh, di kota di daerah daerah aja masih kekurangan dokter, di kota dokter menumpuk. Hmm mendingan mundur deh.

Ayolah kawan! Kita MAHAsiswa, ada kata Maha di depan siswa, masa masih sama sama aja konsep berpikirnya dengan mereka yang tidak sekolah. Malu la kita sama tukang bakso yang bisa punya 3 pegawai, mereka yang tidak kuliah aja bisa ngasih makan orang lain, lah mahasiswa? Bangun Idealisme itu kawan, sejak mahasiswa, kesempatan terakhir untuk membangun idealisme itu ada di kampus. Setelah lulus, kalian akan menikmati dunia nyata yang sangat kejam dan pragmatis.

Hidup itu bukan hanya tentang duit, duit, dan DUIT.

Mahasiswa itu #beda!

Yuk kita bangun konsep berpikir yang dewasa. Jangan bangga ke kampus pakai mobil orang tua untuk mejeng sana sini dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, manja dalam belajar serta lemah karakter. Percuma nanti di hari wisuda, para alumni itu hanya menambah daftar pengangguran negeri ini, buat apa kamu kuliah sobat?

Sobat, mari kita maknai dengan #bijak kenapa kita harus kuliah. Ini bukan hanya sekedar mengikuti kebiasaan banyak orang. Tetapi ini tentang upaya membuat diri kita lebih mampu berkontribusi untuk pembangunan bangsa.

Sobat, kamu mau berkontribusi apa selama kuliah?

“Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”

-Ki Hajar Dewantara-

Minggu, 17 Juni 2012

stadium general bersama pak Dahlan Isakan :)



Akhirnya bisa bertemu dengan sosok Mentri BUMN pak Dahlan Iskan, sosok mentri yang sangat luar biasa.
Tembalang, undip.ac.id - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan mengisi Studium general “Penguasaan sainn dan Teknologi, Kemandirian Bangsa dan Pengentasan Kemiskinan” Sabtu (16/6) sore di Gedung Prof. Soedarto,SH Undip Tembalang. “Saat ini kita sedang dalam masa “Jebakan” di berbagai bidang, untuk itu kita harus mampu mengatasinya sehingga mampu menjadi negara yang maju dalam kurun waktu sepuluh tahun dari sekarang” Katanya.

 “Masa-masa jebakan ini memang harus mau tidak mau adalah masa yang harus dilewati, karena ini merupakan siklus dari sebuah negara. Masa “jebakan” ini akan berkisar sekitar tiga hingga lima tahun. Jika dalam waktu itu kita mampu mengatasinya maka dapat dipastikan kita dapat menjadi negara maju dengan pendapatan  10 ribu US$” tandasnya

“Saat ini fakultas eksakta harus didorong untuk lebih keras dan cepat agar dapat mampu mengatasi problematika masyarakat”ujarnya

“Saat ini kita adalah produsen Radio Isotop satu-satunya didunia hal ini patut dibanggakan, namun saat ini yang masih kurang dalam diri kita adalah rasa percaya diri terhadap bangsa. Kedepan saingan kita bukan lagi malaysia,thailand dan negara-negara di asia akan tetapi negara-negara di Eropa”imbuhnya.

Semoga bisa bertemu lagi dengan beliau ,dilain kesempatan :)


Sabtu, 02 Juni 2012

aksiii mantap :)


Undip tolak UKT(uang kuliah tunggal)

               Semarang - Aksi damai berlangsung dari ICT Center menuju Bundaran Widya Puraya Undip, Jumat pagi tepat di Hari Kesaktian Pancasila tahun 2012. Ratusan mahasiswa dari seluruh elemen gerakan turun mengatasnamakan mahasiswa Undip. Genderang orasi termaktub jelas dalam pernyataan menolak UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang oleh Undip berlaku untuk mahasiswa baru 2012. Sistem UKT dihitung dengan membagi seluruh biaya pembayaran SPP, PRKP, SPI dan SPMP yang tahun-tahun sebelumnya dibayar di awal masuk namun tahun 2012 akan dibagi dalam 8 semester. Surat edaran Dikti untuk memberlakukan kebijakan pembayaran jumlah uang kuliah rata hingga 8 semester ini menuai banyak kritik.
               Rektor Undip, Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD. mengungkapkan dalam temu langsung dengan massa aksi bahwa biaya UKT sulit untuk ditolak. Hanya saja bisa diperjuangkan penurunan besaran UKT, sehingga masyarakat miskin tetap bisa mengecam bangku kuliah. Sedangkan mahasiswa bersuara bahwa penentuan kebijakan ini tidak memiliki payung hukum yang kuat. Sejauh ini landasan yang digunakan baru Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi Pasal 27 yang masih belum disyahkan hasil amandemennya. Namun demikian Rektor berterima kasih atas kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan di Undip.
                “Tentu saya akan memperjuangkan UKT turun pada pertemuan Rektor se-Indonesia pada Sabtu, 2 Juni di Bandung,” ungkap beliau pada massa.
Ketika ditanya mengenai berapa penetapan biaya UKT, beliau belum berani angkat bicara. Begitu pula dengan otonomi fakultas terhadap penentuan besarnya rupiah UKT tersebut.
“Masih belum final. Ditetapkan bersama-sama. Fakultas mengajukan, kita rapat, kok masih terlalu tinggi, kita turunkan. Tapi yang menyusun mereka, tapi kalau terlalu tinggi, tidak realistis, tidak terjangkau maka kita meminta untuk diturunkan,” jelas Rektor pada wartawan.
                Hal senada disampaikan oleh PR III Undip, Drs. Warsito, SU. “Tujuan kebijakan UKT ini agar biaya pendidikan lebih ringan dalam perhitungan yang berbeda. Ini dikarenakan komponen tiap prodi berbeda pula. Kami berusaha tetap transparan dan terus meningkatkan pelayanan,” tambah beliau.
                Mahasiswa nampak belum puas dengan pernyataan ini. Presiden BEM KM Undip, Reza Auliarahman mengungkapkan bahwa mahasiswa harus selalu siap untuk terus mengawal terkait kenyataan Rektor yang tidak bisa menyatakan ketegasan untuk menolak. Menanggapi hal ini, jika penurunan biaya UKT dari hasil rapat di Bandung masih sangat membebani dan tidak adil bagi rakyat miskin, maka aksi ke Dikti akan dilakoni.
Aksi diakhiri dengan penandatanganan MoU antara mahasiswa dan Rektor Undip yang berisi:
1.    Undip merumuskan biaya UKT yang terjangkau
2.    Meningkatkan mutu infrastruktur dan fasilitas kampus
3.    Adanya pengawasan dan transparansi terhadap alokasi dana kemahasiswaan
4.    Jaminan kepada seluruh mahasiswa Undip yang tidak mampu
Aksi sempat berakhir ricuh karena provokasi, namun tidak sampai menimbulkan perlawanan berarti. (Yuniva)

Jumat, 25 Mei 2012

Pelajaran tanpa SKS, tapi berbobot


Mana ada mata kuliah tanpa sks! Olah raga ??

Bukan kawan..

Lalu, apa ?

Termasuk salah satunya adalah kegiatan yang bisa meningkatkan softskill mu.. dan itu adalah pelajaran tanpa sks yang tidak diberikan dibangku kuliah.. organisasi

Ga penting ! Kuliah itu target hanya  IP 3,5 atau cumlaude. TITIK. Ga perlu neko2

Itu Kuno, Ga oke, dan Itu kolot kawan. Jaminankah semua itu ? TIDAK.

Bagaimana bisa ? Apa argumennya ?

Riset membuktikan, kemampuan akademik atau hard skill –indikator biasanya IPK- itu di nomor ke sekiaaaaaaan yang diperhitungkan ketika kalian melamar pekerjaan nanti.

Lalu apa yang diprioritaskan ?

Kejujuran, dan softskill.

Apa yang bisa aku dapat dari organisasi dll seperti yang kau sebutkan tadi ? Itu membuat ku pusing, repot, dan membuang banyak waktu dan tenaga. Ga salah kan ?

Ya pasti. Ikut organisasi atau kepanitiaan memang bikin pusing, repot, membuang tenaga dan pikiran. TAPI,
Pusing kami adalah pusing memikirkan bagaimana setiap organisasi atau acara yang kita ikuti itu terorganisir dengan baik, mampu memberikan manfaat dan menginspirasi orang lain.
Repot, PASTI. Ketika mahasiswa yang biasa hanya nglembur laporan, tugas, presentasi, dan lain2nya, kami berbeda karena kami harus mati2an meyukseskan setiap proker atau konsep acara yang kami buat. Apalgi kalau tiba2 terjadi sesuatu yang genting. Kami panik parah... Itu sangat merepotkan, tapi kami bekerja dengan hati dan passion kami, jadi semua terasa ringan.
Buang tenaga dan pikiran, Tak bisa disangkal, itu memang kenyataan. Kami mengeluarkan tenaga ekstra dari pada kawan2 yang hanya sibuk memikirkan mereka sendiri, kuliah pulang-kuliah pulang, itu STATIS. Kami menggunakan tenaga dan pikiran kami untuk duduk bersama, berdiskusi dan beraksi demi kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain.

Jelas sekali, itu membuat mu rempong kan ? haha itu salahmu, mengapa memilih jalan sulitmu sendiri ketika ada jalan yang lebih gampang.

Ini bukanlah jalan yang sulit dan tidak bermanfaat kawan, kami adalh orang-orang berkomitmen yang peka terhadap keadaan, isu, dan masalah. Kami tidak bisa hidup jika kami tidak memberi manfaat bagi orang lain. Kami orang-orang yang peduli. Kami adalah orang-orang yang diciptakan untuk menjadi agent social of change. Kami yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan merubah negri ini kembali mengaung menjadi macan Asia bahkan Dunia. Seperti kata bung Karno, “Beri aku 1000 manusia, maka aku bisa memidahkan gunung Semeru, tetapi beri aku 10 pemuda, maka aku akan memecah dunia ini”. Kita adalah penerus estafet bangsa kawan, please care for each other.
Jangan lah terkungkung terhadap kebiasaanmu selama ini, mari bersama-sama lakukan perubahan, mari mulai nyalakan lilin. Mulai dari diri sendiri, menebar inspirasi dengan karya, maka karyamu akan menginspirasi dan menggerakkan orang lain, dan siklus ini seperti virus. Mari mulai dari sekarang, untuk kebangkitan Indonesia...
Wahai pemuda pemudi, singsingkan lengan bajumu, persiapkan dirimu untuk menjadi pemimpin masa depan.. Tujukkan karya hebatmu kepada dunia, agar bangsa kita tidak hanya mendapat juara akan korupsi, namun bangsa yang sarat akan prestasi..

Kawan-kawanku, kalian hebat, kalian adalah tumpuan bangsa, mari satukan hati dan tujuan, demi membangun bangsa ini menjadi bangsa yang makmur sejahtera.. Mulailah dengan melakukan perubahan kecil yang dapat merubah lingkungan sekitarmu menjadi lebih baik.. Jika niat dan aksi2 tersebut semua kita lakukan, alangkah senang dan bangganya para pahlawan di atas sana karena telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Karena mereka bangga memiliki generasi penerus yang cerdas dan kontributif seperti kita.. Ayo bangun, dan mulai berkarya, SEKARANG !!

HIDUP MAHASISWA !
HIDUP RAKYAT INDONESIA !
Untuk seseorang yang telah menginspirasi, terima kasih :)

Senin, 21 Mei 2012

Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 104, wahai Indonesiaku


Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 104, wahai Indonesiaku

Hari Kebangkitan Nasional bertepatan pada tanggal, 20 Mei 2012. Marilah kita segenap membuka pikiran dengan menundukkan kepala kita sejenak, membayangkan Kebangkitan Nasional Negeri ini, Memahami arti Bangkit yang sebenarnya, Sebuah kebangkitan yang besar, Kuat, serta Dipandang Dunia. Sesuai dengan apa yang telah dicita-citakan oleh para pejuang tanah air kita terdahulu.

SEJARAH KEBANGKITAN NASIONAL
Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini diawali dengan dua peristiwa penting Budi Utomo (20 Mei 1908) dan Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: dr. Sutomo, dr. Gunawan Mangunkusumo, dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker (dr. Setiabudi), dll
Seiringan dengan berdirinya Budi Utomo yang menjadi awal bangkitnya pergerakan melawan penjajah. Selanjutnya pada 1912 berdirilah Sarekat Islam yang diprakarsai oleh H.O.S Cokoaminoto. Pada tahun yang sama pula berdiri sebuah partai politik pertama bernama Indische Partij Oleh 3 Serangkai yaitu Douwes Dekker, Suwardi Suryoningrat, dan dr. Cipto Mangunkusumo. Organisasi-organisasi tersebut memiliki satu tujuan yang sama yaitu mewujudkan cita-cita persatuan Indonesia yaitu Indonesia Merdeka.

Momentum Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2012 diharapkan mampu untuk membuka mata, hati dan fikiran sehat kita semua dalam menjawab segala keterpurukan bangsa. Kebangkitan adalah upaya perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kebangkitan menjadi pemicu tumbuhnya sesuatu yang baru dan lebih baik. Kebangkitan melahirkan generasi yang memiliki pola pikir dan semangat baru dalam menciptakan karya yang berguna bagi masyarakat luas. Generasi bangkit adalah generasi yang kualitas, mandiri dan berkarya serta memiliki kemampuan menjawab harapan para Pahlawan “kebangkitan nasional” dan tantangan masa depan. Keterpurukan menjadi pelajaran yang berharga dan pijakan anak muda untuk bangkit guna melampaui tantangan dan hambatan yang terbentang luas.

Generasi bangkit adalah generasi yang kreatif dan inovatif dalam mencari celah hambatan dan tantangan yang selanjutnya diubah menjadi sebuah peluang untuk bangkit dan memenangkan persaingan di era global. Menerobos celah sulit dilakukan secara sendirian, tetapi mudah jika dilakukan bersama-sama. Sudah sepatutnya anak muda berlomba-lomba untuk bangkit dan siap menjadi pemimpin dan dipimpin.

Untuk mewujudkan generasi tersebut, haruslah didukung dengan pendidikan yang baik. Bagaimanapun juga, indikasi yang paling dominan untuk menunjukkan suatu peradaban maju dari sebuah bangsa adalah ketika sektor pendidikannya berkualitas lebih.

Sistem pendidikan yang baik tidak sekedar mencetak peserta didik menjadi pandai atau mencetak tenaga kerja ahli atau trampil. Sistem pendidikan yang baik adalah menjadikan peserta didik menjadi dirinya yang diarahkan agar memahami fungsi dirinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga menjadi generasi yang mumpuni.

Nasib bangsa ini tergantung pada kita sendiri, Ingatlah bahwa Negara yang Hebat itu dibangun oleh penduduknya yang biasa-biasa saja....tapi mau melakukan hal-hal yang LUAR BIASA bagi bangsanya. Bukan oleh orang yang merasa LUAR BIASA tapi hanya bisa melakukan hal-hal yang justru sesungguhnya biasa-biasa saja.

Momen kebangkitan nasional ini diharapkan bukanlah unttuk sekadar slogan/semboyan belaka, melainkan kebangkitan yang penuh daya kreatif, energik, yang mampu memberi arti pada kehidupan, yang mampu memupus segala kegelisahan kini, yang mampu menggelarkan fitrah kesucian dalam genangan Ridho Ilahi.

"Bangkitlah bangsaku, bangkitlah negeriku. Percayalah, bersatu kita kuat, bersama kita hebat! Ayo Indonesia bisa!"

#"Kebangkitan bukanlah sekedar bangun dari dari tidur, atau berdiri tegak dari duduk santainya. Tapi bangkit yang sejatinya bangkit adalah motivasi apa gerangan yang menggelitik sehingga insan melek dari kantuknya sehingga ia tegak berdiri dari santainya yang berleha-leha"


Selasa, 15 Mei 2012

apa itu RUU PT ???

Hasil Kajian Republik Huru-Hara

Kita ketahui dunia pendidikan semakin tahun-semakin mahal, naiknya harga ini bertujuan untuk meningkatkan kwalitas pendidikan di Indonesia, namun kenapa begitu juga banyak temept-tempat les untuk mendapatkan ilmu tambahan dari sekolah ,berarti rugi jugalah kita. Sudah bayar mahal-mahal sekolah tapi ujung-ujungnya les juga. kebanyakan ilmu di les lebih banyak diperoleh daripada didunia sekolah.
kita telaah pada PP No. 17 Tahun 2010 Tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. yang berbunyi :
Ada banyak hal menguntungkan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, karena PP ini mengamanatkan pemerintah atau pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang mempunyai keterbatasan ekonomi tetapi memiliki kemampuan akademik memadai untuk ikut serta menikmati pendidikan tinggi dengan biaya ringan bahkan gratis.
Mengapa  timbul penolakan dari beberapa elemen terkait pembentukan RUU PT ini???
pembuatan RUU PT - Hanya melalui RDPU di DPR-Hanya melibatkan kaum elit kampus yang berlebel BHMN, padahal seharusnya pembuatan RUU PT-Ada Kajian yang mendalam-Kajian White Paper hingga Legal Drafting, sehingga dalam hal ini pembentukan RUU PT tidak memiliki rujukan yang jelas.
Kontroversi RUU PT

Pada pasal 14 dan 15
Pasal 14  
(1) Mahasiswa sebagai anggota sivitas akademika diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri mengembangkan potensinya di Perguruan Tinggi untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi dan/atau profesional.
 (7) Ketentuan lebih lanjut mengenai mahasiswa diatur dalam Peraturan Menteri.
 
Pasal 15
(1) Mahasiswa mengembangkan bakat, minat, potensi, dan kemampuan melalui kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan mahasiswa.
(2) Kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan.
(3) Ketentuan mengenai kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Menteri.
Kajian Pasal 14 dan 15

Beragam ketentuan mahasiswa diatur oleh pemerintah dalam bentuk peraturan menteri. Begitu pula kegiatan ko-kurikuler dan/atau kegiatan ekstrakurikuler juga diatur oleh pemerintah dengan cara yang sama.
Dikhawatirkan
Akan berpoternsi mengulang episode NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kemahasiswaan) seperti yang terjadi di rezim orde baru.

Pasal 77
(1) Status pengelolaan perguruan tinggi terdiri atas:
a. otonom terbatas;
b. semi otonom, atau
c. otonom.
(4) Status otonom sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan perguruan tinggi yang memiliki otonomi pengelolaan bidang akademik dan non akademik.
(5) Sebagian dari wewenang non akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah wewenang pengelolaan keuangan secara mandiri.
Kajian Pasal 77
Pada pasal ini menjadi polemik karena menjelaskan adanya kastanisasi atas perguruan tinggi itu sendiri. Pada ayat 4 dijelaskan bahwa perguruan tinggi otonom akan memiliki hak pengelolaan di bidang akademik dan pada ayat 5 ditambahkan salah satu wewenangnya adalah wewenang pengelolaan keuangan secara mandiri. Adanya otonomi ini, secara lebih lanjut akan menimbulkan banyak permasalahan terkait dengan akuntabilitas, transparansi, bahkan akan menimbulkan seleksi finansial bagi calon mahasiswa yang akan berimplikasi pada diskriminasi warga negara dalam hak memperoleh pendidikan.

Pasal 80
(1) PTN yang berstatus otonom menerima mandat penyelenggaraan perguruan tinggi dari Pemerintah melalui pembentukan badan hukum pendidikan yang bersifat nirlaba.
(2) PTN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki:
c. hak untuk memiliki kekayaan negara yang terpisah;
f. wewenang untuk mengelola dana secara mandiri, transparan, dan akuntabel
h. wewenang untuk mendirikan badan usaha dan mengembangkan dana abadi

Kajian pasal 80
kerancuan antara perguruan tinggi sebagai sarana pendidikan dan perguruan tinggi sebagai badan usaha. Dalam tri dharma perguruan tinggi, perguruan tinggi  menjalankan fungsinya sebagai sarana 1) Pendidikan 2) Penelitian dan Pengembangan; serta 3) Pengabdian pada Masyarakat. Sementara itu RUU ini akan mereduksi implementasi tri dharma perguruan tinggi dan akan merubah sebagai badan usaha yang profit-oriented karena negara mengurangi subsidi terhadap biaya operasional perguruan tinggi. Terlebihnya lagi jika tidak ada akuntabilitas serta transparansi yang jelas dari pihak kampus, padahal dalam UU No. 14 tahun 2008 dijelaskan mengenai Keterbukaan Informasi Publik.
Pasal 90
(1) Pemerintah, pemerintah daerah dan/atau perguruan tinggi berkewajiban memenuhi hak mahasiswa baru yang tidak mampu secara ekonomi agar dapat menyelesaikan studinya sesuai peraturan akademik.
(2) Pemenuhan hak mahasiswa baru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara:
c. memberikan dan/atau mengusahakan pinjaman dana kepada mahasiswa;
(3) Pinjaman dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c diberikan tanpa bunga atau dengan bunga paling tinggi 50% dari suku bunga Bank Indonesia.
(4) Pinjaman dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c wajib dilunasi oleh mahasiswa setelah lulus dan/atau memperoleh pekerjaan.

Kajian Pasal 90
Kebijakan ini cukup strange karena  salah satu solusi terkait dengan pemenuhan biaya pendidikan bagi kalangan tidak mampu dengan program hutang. Kebijakan ini sangat aneh pemerintah mengajarkan budaya berhutang sebagai salah satu solusi.

Pasal 114
(1)  Perguruan Tinggi di negara lain dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kajian Pasal 114
Penjelasannya dijabarkan pada ayat 2 yakni prosesnya dilakukan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi Indonesia dan mengangkatd osen serta tenaga kependidikan dari warga negara Indonesia."Jadi, jangan heran jika nanti akan ada Universitas Harvard cabang Indonesia, Universitas Oxford cabang Yogyakarta, dan lain sebagainya. Sementara mahasiswanya adalah pelajar Indonesia.Bisa kita bayangkan nantinya potensi-potensi nasional akan kalah saing dengan potensi luar, Bisa jadi akan mematikan potensi pasar di Indonesia. Yang lebih dikhawatirkan lagi adalah implementasi pasal ini kan dapat mengkikis budaya lokal Indonesia.